Wawali Kunjungi Lokasi Kebakaran dan Masyarakat yang Sakit

Kota Bima, Kahaba.- Kebakaran yang terjadi di Pasar Senggol Blok B meninggalkan duka para pedagang yang menempati Ruko tersebut. Salah satunya Warga Tanjung Ibu Sumiati Abdulah (45 tahun).

Wawali saat kunjungi lokasi kebakaran. Foto: Hum

Wawali saat kunjungi lokasi kebakaran. Foto: Hum

Musibah kebakaran tersbeut memupuskan harapannya untuk mendapatkan untung dari berjualan konveksi pakaian di bulan puasa dan lebaran nanti. Kebakaran yang terjadi diduga akibat arus pendek dan melahap 3 (tiga) lokal toko seluas 3 x 4 meter miliknya.

“Kerugian yang kami alami hampir sebesar Rp 2,2 Miliar,” sebut ibu Sumiati sambil berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah atas bencana yang ditimpanya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin yang hadir mengunjungi lokasi kebakaran mengatakan, ke depannya diharapkan Asosiasi Pedagang yang ada di Pasar Senggol dapat memberikan sosialisasi kepada para anggotanya agar melakukan pemasangan dan instalisasi listrik, sesuai dengan standar dan aturan, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Dimintanya pula kepada BPBD agar mendata jumlah kerugian yang dialami dan segera diberikan bantuan. Sebelum meninggalkan lokasi, Wawali menyampaikan segala yang terjadi adalah bencana dan manusia hanya bisa berencana sehingga ke depannya masyarakat diminta agar lebih berhati-hati lagi.

Selepas peninjauan lokasi kebakaran Arahman melanjutkan kunjungannya menuju Kelurahan Kolo, tepatnya di RT 03 RW 01, untuk mengunjungi salah seorang warga masyarakat yang menderita penyakit paru-paru.

Bapak M. Saleh (40 tahun) warga penderita penyakit Paru-Paru, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika melihat kedatangan Wawali digubuknya. Dalam peninjauannya Wawali menyarankan agar bangunan tempat tinggalnya dibuatkan jendela agar sirkulasi udara berjalan lancar dan terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu saluran pernafasan.

Ditemui di tempat yang sama dr. Fadila Malaka dari Dikes Kota Bima menjelaskan mengenai beberapa penanganan yang telah dilakukan selama ini untuk bapak M. Saleh adalah dengan memberikan obat-obatan oral tahapan lanjutan secara intensif.

*Bin/Hum

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *