oleh

Dahlan Minta Kades Dukung Investasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Bima di Kecamatan Sanggar selain dimanfaatkan Wakil Bupati Bima Dahlan M. Noer berbuka puasa, shalat taraweh berjamaah juga untuk menyerap informasi dari para Kepala Desa dan memberikan arahan untuk mengatasi masalah yang dihadapi para Kepala Desa tersebut.

Wabup tatap muka dgn Kades Kecamatan Sanggar. Foto: Hum
Wabup tatap muka dgn Kades Kecamatan Sanggar. Foto: Hum

Usai Salat Magrib,  Dahlan secara khusus menerima para Kepala Desa. Dalam pertemuan yang digelar sebelum pelaksanaan Salat taraweh di rumah dinas Camat Sanggar Rabu, (8/6) tersebut,  Wabup Dahlan yang didampingi Camat Sanggar Umar BA mengatakan.



“Untuk membangun daerah tidak hanya bisa mengandalkan APBD tetapi harus mampu mendatangkan sumber lain termasuk kegiatan investasi,” katanya.

Baca:   Mangkir Lagi, Kades Sampungu Dijemput Paksa

Wabup menjelaskan, potensi sumberdaya alam di Kecamatan Sanggar dan Tambora yang melimpah perlu dikelola melalui kegiatan investasi untuk meningkatkan derajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu penting untuk mendukung kegiatan investasi.

Kades diharapkan mendukung kehadiran investor, jangan memberatkan dengan pungutan-pungutan yang tidak sesuai prosedur.

Berkaitan dengan agenda pariwisata tahunan Festival Tambora tahun 2017, Wabup Dahlan mengatakan Kabupaten Bima akan menjadi tuan rumah penyelenggara Festival Tambora. Oleh karena itu, bisa diinstruksikan untuk segera berbenah menata lingkungan dan mendukung upaya pembangunan infrastruktur.

Baca:   Pelanggaran Paket Dinda-Dahlan dan KPU Tidak Penuhi Unsur

*Bin/Hum


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Investor harus jelas kewarganegaraannya, pribumi atau Aseng dan Asing. Jangan ingin membangun Bima, Kecamatan Kore dan Tambora dikorbankan, perlu diketahui sekarang tanah dan air Indonesia telah dikuasai Aseng dan Asing 85 % , Indonesia telah tergadai utang Pemerintah RI, menurut Kementerian Keuangan mencatat data yang mengejutkan total hutang pemerintah hingga Maret 2016. kini sudah mencapai 3.263,52 triliun rupiah. Total hutang tersebut setara dengan 27 persen total produk domestik bruto (PDB). hampir mencapai 4.000 Triliun