Warga yang Pro dan Kontra Pasar Tente Nyaris Bentrok

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga yang pro dan kontra dengan pembagian Los Pasar Tente terlibat aksi kejar-kejaran di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Senin (13/6) siang. Akibatnya, beberapa anggota Dewan dan pegawai setempat panik.

Kaca ruangan Komisi III DPRD Kabupaten Bima pecah. Foto: Deno

Kaca ruangan Komisi III DPRD Kabupaten Bima pecah. Foto: Deno

Bahkan Komisi II yang menggelar rapat bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kaget dan berhamburan keluar. Sebagian menghindar dan sebagian lainnya berusaha meredam kedua kubu agar tidak terjadi bentrok.

Pantauan Kahaba, sebelumnya sejumlah mahasiswa dan warga mewakili pedagang Pasar Tente hadir di kantor DPRD Kabupaten Bima. Kedatangan mereka tujuannya, memastikan Komisi II mengeluarkan rekomendasi ke Eksekutif.

Beberapa saat kemudian, sejumlah pedagang yang mendapatkan Los Pasar Tente tiba di Kantor DPRD.  Kedatangan warga yang pro putusan panitia pembagian los pasar dengan tujuan mencari kepastian atas janji Komisi II, terkait rekomendasi tersebut, untuk segera diterbitkan SIM T penempatan Los Pasar.

Awalnya tidak ada gesekan antara kedua kubu, karena posisi keduanya terbilang jauh. Kubu yang tidak mendukung memilih duduk didekat ruang Ketua DPRD, sambil menunggu hasil pembahasan rapat pimpinan. Sementara kubu pro memilih duduk-duduk di depan ruangan Komisi II.

Kemudian terdengar suara teriak ada provokator dari belakang ruang Komisi-Komisi Dewan. Lalu, terlihat sejumlah orang berlari mengejar dua orang yang diduga kontra pembagian Los Pasar. Rekan-rekan dari dua orang dikejar itu berbalik mendatangi orang-orang mengejar. Saat ditanyakan alasan pengejaran, nyaris terjadi bentrok, namun berhasil diredam oleh sejumlah orang dan petugas Sat Pol PP.

Didepan Ketua Komisi II Suryadi, perwakilan pedagang, Ibrahim memberikan solusi agar Pemerintah membangun Los Pasar baru sesuai jumlah warga belum dapat. itu menjadi satu-satunya solusi agar menghindari adanya persoalan.

Sementara Suryadin mengaku belum bisa memberikan penjelasan. Dirinya juga membantah jika Komisi II telah mengeluarkan rekomendasi. Karena alasan tiga rekomendasi itu batal karena rapat jajaran Komisi II saat itu tidak qourum, dan dibatalkan. Sementara hasil telaah dan rekomendasi sudah disampaikan lagi ke Pimpinan Dewan.

*Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *