Bappeda Gelar Rakor Penyusunan RENJA-SKPD

Kota Bima, Kahaba.- Bappeda Kota Bima menggelar rapat koordinasi dalam rangka penyusunan RENJA-SKPD, Rabu (15/6). Pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan SKPD, Kelurahan dan Kecamatan.

Rakor Penyusunan RENJA-SKPD. Foto: Eric

Rakor Penyusunan RENJA-SKPD. Foto: Eric

“Rakor ini untuk menyelaraskan program di SKPD, dalam rangka menyusun rencana kerja daerah tahun 2017,” ujar Kabid Sosial Budaya Bappeda Kota Bima Adisan, Rabu (15/6).

Rakor yang digelar tersebut bertujuan untuk menyelaraskan, mempertajam indikator dan mengoptimalisasi kegiatan yang telah disusun oleh SKPD. Sehingga mulai dari alur, proses hingga mekanisme pelaporan tiap instansi, dapat terdata dengan baik.

“Diharapkan melalui pelatihan ini, peserta dapat memahami tugas yang diberikan. Sehingga kedepan penyusunan laporan SKPD, ada konsistensi dan berkesinambungan,” harapnya.

Dijelaskan Adisan, tujuan rakor inipula untuk melanjutkan pembangunan di tahun 2016, dengan menyusun perencanaan kegiatan di mulai saat ini. Maka arah pembangunan kedepan, dapat terlaksana dengan maksimal, serja membawa dampak perubahan kesehjateraan masyarakat.

“Ditangan peserta telah memperoleh file berupa satu keeping VCD, dimana berisi tata cara dan mekanisme pembuatan laporan. Sehingga dapat dipelajari, dan diimplementasikan dalam pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Bima, Tafsir mengatakan melalui kegiatan tersebut peserta dapat merencanakan sstem kerja, dan akan menjadi referensi utama dalam penyusunan LKPJ. Sehingga perencanaan yang telah disusun, akan menjadi prioritas pembangunan ditahun berikutnya.

“Dengan tersedianya dokumen perencanaan setiap SKPD, maka visi dan misi yang memuat program dan kegiatan pembangunan, dapat dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *