oleh

Sistem Jajar Legowo Terpaksa Ditanam di MK2

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Lantaran terlambat didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi, benih yang ingin ditanam dengan sistem Jajar Legowo akhirnya terpaksa ditanam pada Musim Kemarau Dua (MK2). Padahal, Pemerintah Pusat telah menginstruksikan Jajar Legowo harus ditanam pada MK1.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Ridwan. Foto: Bin
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Ridwan. Foto: Bin

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Ridwan mengakui adanya keterlambatan tersebut. Dijelaskannya, Jajar Legowo merupakan program Pemerintah Pusat, lewat Pemerintah Provinsi, untuk diteruskan ke daerah.

Untuk Kota Bima, program Jajar Legowo dialokasikan untuk lahan seluas 1000 Ha. Kemudian bantuan yang diberikan, hanya ada dua yakni benih dan Caplak atau alat untuk mengatur penanaman Jajar Legowo.

“Yang sudah kita kawal distribusinya baru benih. Sementara Caplak, belum datang sampai dengan hari ini,” ujarnya, Kamis (16/6).

Ditanya penyebab keterlambatan distribusi benih, Ridwan mengaku tidak tahu pasti. Karena, Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, dan pihak ketiga semua dari Provinsi. Tugasnya di Kota Bima hanya menyiapkan lahan, menyiapkan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan mengawal distribusi.

“Kami juga tidak ingin terlalu jauh mencari tahu dan mencampuri urusan di Provinsi,” tuturnya.

Kalau urusan Jajar Legowo, sambungnya, Presiden RI sudah untuk tidak menunda dan mengulur waktu penanaman. Apapun bentuknya, tanam dengan sistem Jajar Legowo harus segera dilaksanakan pada MK1. Namun kenyataannya, justeru terjadi keterlambatan. Kendati demikian, pihaknya pun tetap melaksanakan tugas di daerah, sesuai dengan perintah dan kesepakatan dari Pemerintah Pusat. Sekarang.

Sekarang, yang baru didistribusikan benih, sementara Caplak belum ada. Agar penanaman bisa berjalan, ada upaya tekhnis lainnya yang dilakukan. Seperti mengganti Caplak dengan membentangkan tali, untuk mengatur sistem penanaman Jajar Legowo. Kemudian, karena tidak bisa diundur pelaksanaannya, ada sistem Tabur Benih langsung (Tabela) untuk memacu percepatan program, kemudian kedua ada sistem colek.

“Saya mengerti adanya keterlambatan distribusi ini. Tapi mau bagaimana lagi, program ini harus berjalan dan tidak bisa ditunda, meski terpaksa dilaksanakan pada MK2,” tambahnya.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru