Husain La Odet: Mihrab Kaki Terbang, Rangkuman Perjalanan Batin

Kota Bima, Kahaba.- Husain Laodet, Budayawan Bima yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Bima meluncurkan buku Antologi Puisi miliknya yang diberi judul Mihrab Kaki Terbang, di Museum ASI Mbojo, Sabtu (18/6).

Lounching buku Antologi Puisi Mihrab Kaki Terbang. Foto: Eric

Lounching buku Antologi Puisi Mihrab Kaki Terbang. Foto: Eric

Ia menjelaskan, dari buku tersebut merangkum perjalanan batin. Segala hal pun dituangkan dalam buku tersebut, baik itu persoalan kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi bahkan moralitas dan kebijakan politik yang sudah diluar jalur.

“Mihrab Kaki Terbang ini berbicara tentang keadaan yang sudah dan sedang terjadi, berbicara kesederhanaan, kemudian menegur, berdoa kepada pencipta, agar kita tidak diberikan penderitaan, musibah,” ujarnya.

Beberapa tulisan di dalam buku tersebut juga menegur penguasa, tentang kebijakan yang menuai kesejangan. Seperti puisi ketimpangan yang disebabkan pembangunan.

“Kita berdiri diatas Gunung Raja, lalu memandang kebawah, yang terlihat teluk-teluk yang sudah ditimbun untuk kepentingan pembangunan,” kritiknya.

Buku tersebut, kata dia, dicetak sebanyak 500 eksemplar. Buku yang hampir dua tahun proses penerbitan itu akan fokus diedarkan di Bima. Pada cetak berikutnya, akan diedarkan dibeberapa daerah lain di Indonesia.

“Kami juga berharap buku karya-karya sastra seperti ini bisa diedarkan di sekolah-sekolah. Agar pelajar juga bisa lebih akrab dengan dunia sastar,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bima Anwar Arman mengaku bangga dan mengapresiasi langkah Husain La Odet, karena mampu mengeksplorasi tulisan menjadi puisi yang menggambarkan keadaan Bima, dulu kemudian saat ini dan menganalisa masa yang akan datang.

“Karya Odet ini semoga akan menginspirasi semua pihak. Termasuk pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan dalam menulis sastra. Sebab, saat ini sastrawan maupun penulis seperti Husain La Odet, N. Marewo belum ada regenrasi,” katanya.

Melalui buku antologi itu, ia berharap Pemerintah Daerah juga bisa mendukung. Khususnya instansi Dikpora, agar karya sastra dapat dipublikasi lebih luas dan disebar di setiap sekolah.

“Buku ini bagus dan bermutu, sebagai bahan pelajaran siswa dalam menulis, maupun mengembangkan imajinasi berkarya,” tambahnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *