Tender Bawang Merah Diduga Ada Konspirasi, Cobra Gelar Aksi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pengadaan Bawang Merah tahun 2016 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima tak pernah sepi dari sorotan. Kali ini, karena diduga ada konspirasi antara PT. Lesindo Bersinar dan Kepala Dinas setempat pada proses lelang tender, Comando Barisan Rakyat Bima (Cobra) menggelar aksi.

Cobra saat aksi di depan Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima. Foto: Noval

Cobra saat aksi di depan Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima. Foto: Noval

Menurut Sahlan selaku Koordinator Lapangan (Korlap),  dalam proses tender pengadaan bibit Bawang Merah Tahun 2016, terjadi banyak penyimpangan. Diduga kuat, ada konspirasi antara panitia tender dan PT. Lesindo Bersinar. Sehingga PT. Tersebut kembali memenangkan tender.

“PT. Lesindo Bersinar bermasalah sejak pengadaan sebelumnya, kenapa tender kali masih dimenangkan. Pasti, ini permainan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura M. Tayeb dengan pemenang tender,” tudingnya.

Menurut dia, ada banyak kesepakatan yang mereka bangun untuk meraup keuntungan besar, sehingga Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura memenangkan kembali PT yang pernah digunakan Tahun 2015 lalu.

Orator lainnya, Dedi Irawan dalam orasinya mendesak agar Bupati Bima segera memanggil Kepala Dinas tersebut, mendesak DPRD Kabupaten Bima segera memanggil pihak PT. Lesindo Bersinar dan segera membentuk Pansus.

“Apabila tuntutan kami ini tidak diindahkan, maka kami akan melakukan hal-hal yang menurut kami anggap benar,” ancamnya.

Sementara Kadis Pertanian M. Tayeb yang hendak dikonfirmasi di Kantornya, tidak berhasil ditemui. “Maaf pak wartawan, pak Kadisnya tidak berada di tempat. Beliau sedang sakit,” ujar salah satu stafnya yang meminta namanya tidak ditulis.

*Noval

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *