Ini Kronologis Tewasnya Penambang Emas Wawo

Kota Bima, Kahaba.- Ridwan alias Redi (47) warga Dusun Sigi RT 07 RW 03 Desa Kambilo Kecamatan Wawo sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, sempat berteriak. Suara teriakan Ridwan didengar rekannya, Nurdin. (Baca. Tambang Emas di Wawo Telan Korban Jiwa)

Kabag OPS Polres Bima Kota Kompol. H. Nurdin. Foto: Noval

Kabag OPS Polres Bima Kota Kompol. H. Nurdin. Foto: Noval

Sumber suara tersebut berasal dari timbunan batu dalam lubang galian tambang emas di So Ndaru Mboto Desa Pesa Kecamatan Wawo, Selasa (28/6) sekitar 08.30 Wita.

Kabag OPS Kompol H. Nurdin menceritakan, berdasarkan keterangan Nurdin, Senin (27/6) pukul 16.30 Wita, korban berangkat menuju ke lokasi penambangan bersama rekannya Taufik Ahmad (40) dan Syamsudin (55).

Tiba di lokasi, korban bersama rekannya memasuki lubang milik Taufikurrahan, mantan Kades Kambilo, di Desa Kambilo, dan melakukan aktifitas penggalian dan pengambilan material batu yang memiliki kandungan emas.

“Pada hari Selasa (28/6) sekitar pukul 03.30 Wita, Nurdin melihat korban keluar dari lubang untuk makan sahur. Setelah itu, korban kembali masuk ke lubang untuk melanjutkan aktifitas,” tuturnya.

Pada pukul 08.30 Wita, sambung H. Nurdin, rekannya merasakan getaran, tidak berselang lama mendengar suara teriak dan menghampiri lubang tempat korban beraktifitas. Saat itu, Nurdin diberitahu oleh rekannya yang lain, bahwa korban sudah tertimpa batu dalam lubang.

Beberapa saat kemudian, rekan korban yang berasal dari Jawa, masuk pada lubang penambangan untuk mengecek kebenaran dan menemukan korban dalam keadaan terhimpit batu dan sudah tidak bernyawa.

“Rekan-rekan penambang lainnya mengeluarkan korban dari dalam lubang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga korban,” katanya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *