SMAN 1 Diduga Terima Siswa Baru Dari Uang Suap

Kota Bima, Kahaba.- Rasa sedih dan kecewa diungkapkan wali murid AA (45) kepada wartawan, ketika anaknya tidak lulus menjadi siswa baru di SMAN 1 Kota Bima. Padahal anaknya telah melalui proses administrasi dan ujian tertulis.

Ilustrasi

Ilustrasi

Tapi yang menjadi masalah, dari hasil pengumuman kelulusan penerimaan siswa baru di SMAN 1 pekan lalu sebanyak 366 siswa, justeru terjadi penambahan. Selasa (28/6), pihak sekolah setempat kembali mengeluarkan hasil pengumuman terbaru, dengan menerima siswa baru hingga berjumlah 374.

“Kami menduga ada siswa siluman yang masuk, karena sekolah mengeluarkan dua kali pengumuman hasil penerimaan mahasiswa baru, tanpa ada pemberitahuan dan juga koordinasi bersama dewan guru setempat,” ujarnya, Kamis (30/6).

Ia menyesalkan sikap tidak transparansnya panitia penerimaan siswa baru tersebut. Yang menimbulkan kekecewaan wali murid dan siswa yang tidak lulus, sekolah malah seenaknya menambah kuota siswa lagi.

“Panitia jangan membuat keputusan sewenang-wenang. Sebagian siswa yang dinyatakan tidak lulus justeru dimasukkan kembali. Ini namanya pembohongan publik,” tudingnya.

AA menduga, 8 siswa yang kembali diterima tersebut, menyetorkan sejumlah uang pelicin atau suap untuk memuluskan penerimaan kembali di SMAN 1 Kota Bima.

“Kami mendengar kabar bahkan ada yang setor uang hingga Rp 3 juta, untuk uang pelicin,” duganya.

Sementara itu, Ketua Panitia penerimaan siswa baru SMAN 1 Kota Bima, Rudy yang dimintai klarifikasi mengaku, penambahan 8 siswa baru tersebut teleh memenuhi unsur. Dimulai dari standar NEM, nilai perengkingan Raport dan kecukupan kelas rombongan belajar yang mencapai 11 ruangan.

“Saya rasa kami sudah melakukan hal sesuai prosedur. Tambahan 8 siswa tersebut karena mereka masuk peringkat terbaik dari 1 hingga 374, sesuai dengan kecukupan kelas rombongan belajar,” jelasnya.

Terkait penarikan uang suap atau pelicin, Rudy membantah dan menganggap itu isu tidak ada dasar. Karena penambahan 8 siswa baru tersebut murni kebutuhan sekolah.

“Jika ada informasi penyetoran uang dari wali murid, itu hanya sumbangan sukarela saja,” tambahnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *