Diduga Mesum, Enam Pasangan Mahasiswa Diamankan

Kota Bima, Kahaba.-  Enam pasangan mahasiswa yang kuliah disalah satu kampus swasta di Bima, masing-masing AR (22), KU (31), DA (20), AI (21), AL (26), dan KA (21), diamankan di kantor Polisi, Rabu (29/6).

Enam pasangan mahasiswa saat diamankan di Polsek Rasanae Barat. Foto: Deno

Enam pasangan mahasiswa saat diamankan di Polsek Rasanae Barat. Foto: Deno

Mereka diamankan Babinkantibmas, Ketua RT, para Pemuda, dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Mande, karena diduga berbuat mesum di kamar kos-kosan sekitar wilayah pengairan Kelurahan setempat.

Kapolsek Rasanae Barat AKP. Jamaludin mengatakan, enam pasangan mahasiswa tersebut diamankan saat warga menggelar razia penertiban jelang Hari Raya Idul Fitri, sekitar Pukul 23.00 Wita.

Saat itu, mereka sedang berada di dalam kos-kosan. Padahal itu tidak diperbolehkan dalam aturan masyarakat setempat, karena menjadi akan fitnah yang terus berkembang bagi warga sekitar.

“Bukannya beribadah di bulan Ramadan, mereka malah diduga mesum dalam kamar kos. Warga yang kesal akhirnya mengamankan,” ujarnya.

Menurut Jamaludin, mestinya pasangan mahasiswa tersebut menjadi teladan. Gelar mahasiswa yang notabene memiliki pemahaman dan wawasan luas harusnya tidak menunjukan prilaku yang buruk.

“Mereka pun diamankan dan telah diberikan pembinaan,” katanya.

Mengantisipasi kejadin serupa, pihaknya akan mengontrol setiap hari. Selain itu, razia Curanmor dan transaksi penyalahgunaan narkoba juga akan ditingkatkan.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. April

    Untuk sementara di beri bimbingan aja dlu.namanya manusia gak luput dr dosa & salah. Semoga dengan kejadian memalukan itu mreka jd manusia yg lebh baik lg.amin

  2. seharusnya media juga meminta pernyataan pembelaan dari yang bersangkutan supaya obyektif dan berimbang. kan kasian kalau beritanya tidak berimbang, justru akan merugikan oknum yang bersangktan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *