Menderita Kanker, Duhami Butuh Pertolongan

Kota Bima, Kahaba.- Kasihan Duhami, pria asal RT 05 RW 02 Kelurahan Lelamase ini hanya bisa terbaring tanpa daya. Selama 7 bulan, bapak tiga anak ini menderita kanker pada bagian pipi kanannya.

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

Beberapa kali upaya berobat, namun nasib baik belum menghampirinya. Duhami kembali harus menahan rasa sakit diatas kasur kusam di rumah panggung 9 tiang. Sehari – hari, Duhami hanya diurus oleh isteri tercinta, Hiwa (58) dan anak perempuannya.

Kepada Kahaba, pria yang sudah berusia 57 tahun itu bercerita. Derita tersebut bermula saat dirinya jatuh dari pohon di sawah Tahun 2015. Waktu itu, ia sempat tak sadarkan diri. Setelah itu, seperti biasa fisiknya tidak mengalami rasa sakit.

Tiga bulan kemudian, ia merasakan sakit pada bagian pipi kanan hingga kepala. Karena sakit tak kunjung reda, ia pun memeriksa ke dokter RSUD Bima.

“Waktu itu saya disuruh operasi oleh Dokter Nyoman, karena ada benjolan yang makin membesar dibagian pipi kanan. Hasilnya, rasa sakit sempat mereda. Tapi tak berselang lama, rasa sakit itu kembali muncul hingga sekarang,” tuturnya, Sabtu (2/7).

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

Karena sudah divonis menderita kanker, sambungnya, Dokter Nyoman kemudian menyarankan untuk berangkat ke Bali, untuk Operasi. Jika tidak maka kanker tersebut akan bertambah besar.

Karena pertimbangan tidak ada biaya, dan hidup susah, rencana pergi operasi ke Bali pun selalu urung terlaksana. Dirinya bersama isteri dan anak memilih bertahan di rumah, menanti nasib baik yang menghampiri.

“Hanya bisa tidur dan duduk, sehari – hari begitu. Tapi setiap hari saya tetap tidak bisa tidur nyenyak, karena sakit ini tembus hingga dibagian kepala,” ujar pria yang berprofesi sebagai petani dan tulang punggung keluarga itu.

Dirinya pun berharap, semoga ada mukzizat yang hadir memberinya harapan sembuh. Entah dari siapapun, termasuk dari Pemerintah Daerah. Karena hingga saat ini, Pemerintah Kelurahan Lelamase belum kunjung memperhatikannya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *