oleh

Deklarasi Anti Terorisme, Hapus Bima Sebagai Zona Merah

-Kabar Bima-3 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Perwakilan Forum Anti Terorisme NTB, Muhammad Natsir mengatakan, pembentukan forum terkait terorisme di NTB sebenarnya sudah sejak Tahun 2010 lalu. Tepat ketika mulai maraknya paham dan aksi terorisme di Indonesia dan Provinsi NTB. Salah satunya agenda forum ini adalah menggelar deklarasi di semua daerah di NTB. (Baca. Pemkot Bima Agendakan Deklarasi Anti Terorisme)

Rapat Koordinasi Rencana Deklarasi Anti Terorisme di kediaman Walikota Bima. Foto: Ady
Rapat Koordinasi Rencana Deklarasi Anti Terorisme di kediaman Walikota Bima. Foto: Ady

“Cuman kegiatannya baru mulai terlaksana dengan baik Tahun 2015 dengan dukungan anggaran dari BNPT,” kata Doktor dari Universitas Mataram (Unram) ini saat rapat koordinasi di ke kediaman Walikota Bima.

Keberadan forum ini kata dia, diharapkan dapat secara perlahan merubah predikat buruk NTB. Karena termasuk 1 dari 13 provinsi yang masuk zona merah kasus terorisme di Indonesia. Padahal kalau dilihat, daerah NTB hanya sebagai lokasi pelarian dan keterlibatan masyarakat hanya secara individu saja.

‘Oleh karena itu, harus ada langkah-langkah persuasif dan pencegahan yang ditempuh agar tidak berkembang,” terangnya.

Mengapa diadakan deklarasi anti terorisme ? Wakil Rektor Unram ini menjelaskan, karena selama ini masyarakat dianggap pasif. Tidak ada penolakan dan perlawanan terhadap berkembangkan paham radikal dan terorisme, hanya menyerahkan kepada aparat penegak hukum.

“Sementara pendekatan hukum ini hanya menyentuh hilir dan efeknya hanya sanksi. Orang tidak tersentuh hati nuraninya. Keluar dari sana (penjara, red) harusnya sembuh, tetapi kadangkala malah tambah pengalaman,” tuturnya.

“Sehingga kita harus melakukan upaya-upaya edukatif. Karena lewat pendidikan hasilnya membekas untuk masa kini dan masa akan datang,” tandasnya.

*Ady

Komentar

Kabar Terbaru