Kelompok Tani Kota Bima Dapat Bantuan 500 Juta

Kota Bima, Kahaba.- 209 Kelompok Tani Kota Bima dapat bantuan dari APBN sebanyak Rp 500 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan Bibit Kedelai pada lahan pertanian seluas 500 Ha.

Kepala Dispertanak Kota Bima, Hj. Rini Indriarti (Kiri) dengan stafnya pose di depan Mesin Perontok Padi. Foto: Eric

Kepala Dispertanak Kota Bima, Hj. Rini Indriarti (Kiri) dengan stafnya pose di depan Mesin Perontok Padi. Foto: Eric

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima Hj. Rini Indriarti menjelaskan, bantuan tersebut untuk 209 Kelompok Tani di wilayah Raba dan Rasanae Timur. Selain pembelian Bibit Kedelai, anggaran tersebut akan digunakan juga sebagai pembelian Rhizobium untuk pertumbuhan Kedelai.

“Kelompok tani dengan yang mendapatkan bantuan ini telah di SK kan oleh Walikota Bima. Satu Hektar tanag dialokasikan sebesar Rp 1 Juta,” sebutnya, Selasa (12/7).

Kata dia, setelah menerima bantuan tersebut, kelompok tani harus membeli bibit yang berlabel.  Kalau bibit tidak memiliki label, pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi pencairan. Karena Bank akan menerima rekomendasi, baru mencairkan anggaran tersebut.

Setiap Pembelian Bibit pun harus didampingi oleh pihak terkait. Ini dilakukan guna pemeriksaan bibit yang layak atau tidak untuk ditanam. Karena harga bibit yang berlabel dan kedelai biasa yang digunakan bahan baku Tahu dan Tempe, tidak akan sama harga dan kualitasnya.

Sedangkan untuk pembelian Rhizobium, sambungnya, akan dilakukan setelah Bibit Kedelai selesai ditanam. Para kelompok juga harus menyerahkan kuitansi pembelian Bibit Kedelai terlebih dahulu baru pihaknya memberikan rekomendasi kepada Bank, untuk mencairkan anggaran pembelian Rhizobium.

“Untuk para kelompok tani, kami minta tidak membayar petugas yang mengurus anggaran tersebut. Karena itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

*Deno

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *