Sumbangan yang Diterima SMAN 1 itu Gratifikasi

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Kota Bima Angkatan 1996, Arief Rahman menilai pernyataan jajaran SMAN 1 Kota Bima menjawab soal adanya praktek suap pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), itu keliru. Sebab, sumbangan yang diterima tersebut sama halnya gratifikasi atau suap. (Baca. Soal Suap PPDB, SMAN 1 Anggap Itu Sumbangan Sukarela)

Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Kota Bima Angkatan 1996, Arief Rahman. Foto: Bin

Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Kota Bima Angkatan 1996, Arief Rahman. Foto: Bin

Padahal, kata dia, pengertian gratifikasi menurut aturan merupakan pemberian dalam arti luas. Seperti pemberian uang, barang, komisi dan fasilitas lainnya, dan merupakan bentuk tindak pidana.

“Apapun judulnya, sumbangan itu tidak bisa diterima, apapun jenis dan bentuk. Karena itu suap. Peningkatan sarana dan prasarana sekolah sudah ada dana BOS,” tegasnya, Rabu (13/7).

Menurut pria yang juga Wakil Ketua KNPI Kota Bima itu, pemberian sumbangan pada konteks penerimaan siswa baru, tentu tetap menjadi pertanyaan publik. Apalagi, adanya dua kali pengumuman kelulusan, atau pengumuman kelulusan ulang untuk peserta siswa yang lain.

Jadi, pantas saja orang tua atau wali yang anaknya tidak lulus menaruh curiga, ada yang tidak beres saat penerimaan siswa baru. Kecurigaan adanya suap pun akhirnya mencuat dan mengharuskan Dinas Dikpora mengambil alih untuk menelusuri dugaan tersebut.

“Dugaan itu pun menjadi benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Dikpora yang tertuang dalam BAP, penyuapan saat terima siswa baru benar adanya. Yang diungkap Dinas tekhnis menangani Pendidikan itu saya anggap tidak diragukan lagi,” katanya.

Sebagai alumni, dirinya merasa sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Padahal, SMAN 1 Kota Bima dari dulu dikenal sebagai sekolah dengan segudang prestasi dan siswa yang berkualitas. Bahkan tidak menutup kemungkinan, Kepala Daerah pada Pilkada Tahun 2018 mendatang adalah alumni dari SMAN 1 Kota Bima.

Untuk itu, dirinya berharap kepada Walikota Bima, untuk mengevaluasi kinerja Kepala SMAN 1 Kota Bima dan panitia penerimaan siswa baru tersebut. Karena yang dilakukan itu sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan di Kota Bima.

“Ini sudah terbukti, jadi saya rasa Kepala SMAN 1 Kota Bima dicopot saja. Tindakan ini tidak bisa ditolerir,” sarannya.

*Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *