Kanwil Kemenag NTB Safari Kerukunan di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Jum’at (15/7) pagi melaksanakan safari kerukunan umat beragama di Kota Bima. Agenda rutin tiap tahun ini dilaksanakan di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Bima.

Safari Kerukunan Kanwil Kemenag NTB. Foto: Ady

Safari Kerukunan Kanwil Kemenag NTB. Foto: Ady

Safari ini dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB beserta rombongan, Kepala Kemenag, Ketua MUI, FKUB, serta Tokoh Agama dan Pemuda Lintas Agama di Kota dan Kabupaten Bima.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Sirojudin mengatakan, safari tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Diprakarsai oleh Kantor Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Tujuan utamanya adalah bersilaturrahmi dengan seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota dan Kabupaten Bima.

“Ini juga dalam rangka melaksanakan visi-misi Kemenag yaitu meningkatkan kerukunan umat beragama,” terangnya.

Tujuan lainnya, yakni untuk mendekatkan diri dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, mendengarkan permasalahan yang ada di daerah dan bersama mendiskusikan bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kalau bisa diselesaikan ditempat akan kita upayakan dan kalau tidak itu akan menjadi bahan evaluasi kita,” kata H Sirojudin.

Disinggung apakah kunjungan itu ada kaitannya dengan rencana kedatangan Menkopolhukam ke Kota Bima, H Sirojudin mengaku tidak ada kaitannya. Sebab safari kerukunan tidak hanya dilaksanakan di Bima, tetapi semua daerah di Provinsi NTB. Dan kegiatan safari merupakan kegiatan yang sudah terjadwal.

“Beberapa waktu lalu sudah dilakukan di Kabupaten Sumbawa Barat, kemudian Kabupaten Sumbawa dan besok pagi kita rencanakan di Kabupaten Dompu,” jelasnya.

Dirinya mengapresiasi potret kerukunan di Bima sejauh ini sudah cukup bagus dan kondusif sebagaimana laporan FKUB dan Kemenag di daerah. Tetapi tentu menurutnya, ini harus terus menjadi perhatian semua pihak untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kerukunan yang sudah terjalin.

“Kalau ada konflik-konflik yang muncul, sebisa mungkin lebih awal kita selesaikan sehingga tidak membesar,” ingatnya.

*Ady

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *