Dituding Bodoh, Sebagian Lurah Mengaku tidak Dapat Undangan

Kota Bima, Kahaba.- Pernyataan Lurah Bodoh yang dilontarkan Wakil Walikota H. Arahman H. Abidin kepada 37 Lurah di Kota Bima, karena tidak menghadiri Mukerda DPD LPM Kota Bima, ditanggapi oleh sejumlah Lurah. (Baca. 37 Lurah tidak Nongol, Wawali: Itu Lurah Bodoh)

Wawali saat menyampaikan sambutan pada Mukerda I DPD LPM Kota Bima. Foto: Ady

Wawali saat menyampaikan sambutan pada Mukerda I DPD LPM Kota Bima. Foto: Ady

Menurut Lurah Oi Fo’o, Abdul Wahab, saat dikonfiormasi Kahaba, mengakui tidak pernah melihat dan menerima undangan dari LPM tersebut.

“Undangan itu tidak ada di Kantor saya. Bagaimana saya bisa mengikuti kegiatan tersebut,” ujarnya, Sabtu (16/7).

Lurah Dara, Bukhari juga mengaku sampai saat ini tidak ada bentuk undangan pertemuan di Hotel La Ila dari DPD LPM Kota Bima. Kalaupun ada, tentu dirinya akan menyempatkan hadir karena pertemuan itu merupakan agenda penting dalam merumuskan pembangunan di Kelurahan.

“Saya telah berkoordinasi dengan staf, mereka mengaku tidak menerima undangan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan beberapa lurah lainnya, seperti Lurah Tanjung H. Ahyar dan Lurah Kendo Surya. Mereka tidak pernah menerima undangan dari DPD LPM.

“Kami merasa DPD LPM hanya melakukan pembenaran alibi saja. Terbukti melalui keterangan buku agenda masuk di Kelurahan, tidak pernah tercantum undangan tersebut,” tutur mereka.

Mengenai pernyataan Lurah Bodoh tersebut, Ahyar mengaku itu wajar. Karena Wakil Walikota Bima tentu kecewa karena Lurah tidak hadir dalam kegiatan LPM tersebut.

“Kami tidak mau berkomentar banyak, karena Wakil Walikota Bima pimpinan kami,” ucapnya.

Tapi berbeda dengan Lurah Lelamase Zainal Arifin, ia mengaku mendapat undangan dari panitia LPM tersebut. Tapi tidak bisa hadir karena pada saat bersamaan, Walikota Bima hadir di Kelurahannya untuk bersilaturahim bersama masyarakat.

Lurah Pane, Yusuf Ahmad juga mengaku menerima undangan tersebut, tapi tidak bisa hadir karena bersamaan ada agenda Islah masyarakat dan oknum warga yang diduga santet dengan pihak kepolisian.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan sekaligus Wakil Ketua Umum DPD LPM Kota Bima Abdul Sukur yang dikonfirmasi mengaku undangan telah didistribusikan ke 38 kelurahan, jauh hari sebelum agenda Mukerda berlangsung.

“Kami pastikan undangan tersebut sudah terbagi semua di Kelurahan,” tegasnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *