oleh

Dikpora Ingatkan, MOS tidak Boleh Ada Kekerasan

-Kabar Bima-3 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Proses Masa Orientasi Siswa (MOS) mulai dibuka sejak 16 hingga 23 Juli mendatang. Namun pada pelaksanaannya, Dinas Dikpora Kota Bima ingatkan seluruh sekolah untuk tidak boleh lagi ada tindak kekerasan dan perploncoan saat MOS.

Ilustrasi
Ilustrasi

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Dikpora Kota Bima Abdul Azis mengatakan, pihaknya telah menerima Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, tentang MOS yang tidak boleh lagi adanya praktek kekerasan dan plonco.

“Tidak ada toleransi adanya kekerasan yang terjadi pada siswa, apalagi saat MOS. Bila ditemukan sekolah yang melakukannya, kami akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya, Sabtu (16/7).

Azis menerangkan, pada Surat Edaran tersebut, sekolah dilarang melakukan cara-cara kekerasan saat MOS. Dimulai dengan tidak diberlakukannya sistem perpeloncoan senior kepada yunior, siswa baru diharuskan memakai seragam resmi sekolah, panitianya harus berasal daru guru setempat bukan dari pihak OSIS ataupun siswa lainnya.

“Kami yakin dengan hadirnya aturan tersebut, akan meminimalisir atau bahkan menghindari korban fisik dan psikologis siswa yang selama ini terjadi,” katanya.

Untuk itu Dikpora menghimbau sekaligus memberi peringatan bagi sekolah yang ketahuan melakukan kekerasan dalam pelaksanaan MOS, maka akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Jangan ada lagi kekerasan dalam dunia pendidikan, karena akan menimbulkan dampak serta kerugian besar,” tegasnya.

Azis mengharapkan kepada seluruh sekolah untuk melaksanakan kegiatan MOS dengan penuh keakraban, rasa saling cinta kasih antara pihak sekolah dan siswa. Sehingga membawa dampak yang baik bagi iklim pendidikan, khususnya di Kota Bima.

*Eric

Komentar

Kabar Terbaru