oleh

Dewan Dukung Wawali Sebut 37 Lurah Bodoh

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Pernyataan yang dilontarkan Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin saat acara Mukerda DPD LPM Kota Bima yang menyebut 37 Lurah di Kota Bima Bodoh, juga didukung oleh anggota DPRD Kota Bima, H. Armansyah. (Baca. 37 Lurah tidak Nongol, Wawali: Itu Lurah Bodoh)

Anggota DPRD Kota Bima H. Armansyah. Foto: Bin
Anggota DPRD Kota Bima H. Armansyah. Foto: Bin

Pernyataan itu menurutnya wajar disampaikan, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Lurah yang tidak menyempatkan hadir pada acara tersebut. Sebab, acara yang digelar LPM itu wajib dihadiri Lurah, karena program kerja tahunan LPM harus bersinergi dengan pihak Kelurahan. (Baca. Dituding Bodoh, Sebagian Lurah Mengaku tidak Dapat Undangan)

“Menurut saya wajar – wajar saja Wakil Walikota Bima kecewa dan mengeluarkan kalimat bodoh tersebut. Lurah yang diharapkan hadir pada kegiatan penting justeru absen,” ujarnya, Minggu (17/7) via Celuller.

Kata duta PKS itu, LPM dan Lurah merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi dalam menyusun dan merumuskan program. Kedua lembaga tersebut harus bersinergi untuk kemaslahatan masyarakat.

“Nasib masyarakat saya rasa juga tergantung kedua lembaga tersebut. Karena yang mengetahui detail kebutuhan warga adalah Lurah dan LPM,” jelasnya.

Soal undangan yang sebagian Lurah terima dan sebagiannya lagi tidak menerima, ia menjawab tidak ingin berkomentar soal undangan. Karena penuturan LPM undangan tersebut sudah disampaikan semua pada 38 Kelurahan. Bahkan, ada beberapa lurah yang mengaku sudah menerima undangan tersebut.

Armansyah juga mengkritik LPM sebagai penyelenggara. Seharusnya saat desain acara harus dilaksanakan dengan maksimal. Hal – hal tekhnis, seperti penyebaran undangan harus dipastikan tiba ditujuan.

*Eric

Komentar

Kabar Terbaru