Dikpora Pantau PLS dan Hari Pertama Masuk Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima memantau pelaksanaan hari pertama masuk sekolah dan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) – sebelumnya Masa Orientasi Siswa (MSO). Kunjungan setiap sekolah tersebut sekaligus memastikan sekolah mematuhi surat edaran Kemendikbud, tentang pelaksanaan awal tahun pelajaran.

Dikpora bersama jajaran sekolah dan orang tua siswa. Foto: Eric

Dikpora bersama jajaran sekolah dan orang tua siswa. Foto: Eric

Adapun sejumlah sekolah yang didatangi Dinas Dikpora untuk memantau, seperti SDN 19, SMAN 1, SMPN 4, SDN 55, SMPN 2, SDN 42, SMKN 2 dan SDN 62 Kota Bima.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin mengatakan, semua sekolah sudah diberi peringatan, agar pelaksanaan kegiatan KBM dan PLS mengacu pada edaran Kementerian. Jangan sampai pihaknya menemukan sekolah yang tidak melaksanakan aturan tersebut.

“Panitia pelaksana PLS adalah guru, dan diperbolehkan melibatkan siswa, asal tidak lebih dari dua siswa,” ujarnya, Senin (18/7).

Kepada kahaba.net dia mengatakan, PLS berbeda dengan MOS pada tahun sebelumnya, terutama substansinya. PLS melibatkan seluruh guru sebagai pembimbing dalam mengenalkan sekolah, sedangkan MOS panitia hanya dilakukan siswa, dan cenderung menggunakan sistem perpeloncoan.

“Banyak perubahan sikap siswa setelah MOS diganti menjadi PLS. Ada peran aktif siswa dengan guru, dan juga wali murid ikut menyaksikan pelaksanaannya. Sehingga tidak ada kejadian yang tidak di inginkan oleh kedua belah pihak,” katanya.

Petunjuk pelaksanaan PLS berdasarkan Surat Edaran hanya digelar selama tiga hari, yaitu pada 18 Juli hingga 20 Juli. Lebih dari itu, pihak sekolah tidak diperkenankan melakukan kegiatan tambahan, karena setelah tiga hari tersebut kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa sudah dimulai.

Sementara itu, salah satu wali murid Muhammad warga Kelurahan Tanjung yang turut mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah, mengaku bahagia dan senang atas diperbolehkannya orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Ini berpengaruh positif terhadap siswa, wali murid dan juga guru di sekolah. Karena bisa berinteraksi dan bertukar pikiran dalam mendidik anak, serta dapat mengawasi langsung putra-putrinya di sekolah,” tambahnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *