Derita Lumpuh Layu, Bocah Ini Diindikasi Korban Vaksin Palsu

Kota Bima, Kahaba.- Ardiansyah Jaelani (6), bocah asal Kelurahan Lelamase saat ini menderita penyakit lumpuh layu. Beberapa tetangga dan masyarakat setempat mengindikasikan anak semata wayang Sriyanti ini merupakan korban vaksin palsu.

Kondisi Ardiansyah asal Lelamase. Foto: Bin

Kondisi Ardiansyah asal Lelamase. Foto: Bin

Sejak usianya masih hitungan bulan, pemberian vaksin atau imunisasi terhadap Ardiansyah selalu lancar. Memasuki usia tujuh bulan, bocah yang kini ditinggal orang tua ke negeri Jiran Malaysia ini mulai memperlihatkan kelainan.

“Gejala awalnya sering pingsan, demam tinggi dan sering dibawa ke Puskesmas dan RSUD Bima untuk dirawat,” cerita nenek korban, Jamina kepada Kahaba.net, beberapa waktu lalu.

Jamina mengaku, ia belum tahu pasti penyakit apa yang diderita cucunya. Beberapa waktu lalu, Ardiansyah memang sempat ambil urinenya untuk sampel pemeriksaan medis. Hanya saja, hingga kini belum diketahui apa hasilnya.

“Air kencing Ardiansyah sudah diambil, katanya mau diperiksa ke Mataram dulu. Tapi sampai sekarang apa hasilnya belum tahu,” tuturnya.

Sejak saat itu lanjutnya, kondisi Ardiansyah semakin memburuk. Ketika usianya terus bertambah, kondisi fisiknya makin melemah. Kakinya tak mampu digerakkan dengan baik sehingga Ia tak bisa berdiri tegap layaknya kondisi normal anak lainnya.

Ardiansyah di foto saat berusia 7 bulan. Foto: Bin

Ardiansyah di foto saat berusia 7 bulan. Foto: Bin

“Sehari-hari, dia hanya dorong sepeda bermain dengan saya. Karena kedua orangtuanya sudah menjadi TKI di Malaysia,” ujar Jamina.

Pihak keluarga Ardiansyah, Salmah, melihat keanehan dengan kondisi bocah malang tersebut. Karena dari semua keluarga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit lumpuh layu seperti Ardiansyah.

“Walaupun kami belum bisa memastikan, tetapi kalau dilihat Ardiansyah mulai sakit justeru setelah divaksin,” kata dia.

Lantaran saat ini sedang heboh peredaran vaksin palsu, kecurigaan Salmah pun semakin kuat jika Ardiansyah juga ikut menjadi korban.

“Soal vaksin palsu itu beredar hingga ke Bima kami tidak tahu. Tapi wajar kami curiga karena melihat keanehan kondisi Ardiansyah. Sebab saat dilahirkan dia dalam keadaan normal,” tandas dia.

*Ady/Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *