oleh

Soal Vaksin Palsu, Dewan Minta Dikes Harus Khawatir dan Awasi

-Kabar Bima-2 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- DPRD Kota Bima meminta Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima untuk memantau dugaan peredaran vaksin palsu di Kota Bima. Karena tidak menutup kemungkinan, vaksin yang membahayakan bayi tersbeut juga sudah beredar di NTB, maupun di Kota Bima. (Baca. Derita Lumpuh Layu, Bocah Ini Diindikasi Korban Vaksin Palsu)

Anggota DPRD Kota Bima M. Irfan. Foto: Ady
Anggota DPRD Kota Bima M. Irfan. Foto: Ady

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, M. Irfan mengatakan, beredarnya Vaksin palsu menghentakkan dunia kesehatan. Bagaimana tidak, dampaknya bila diberikan kepada bayi, sangat berbahaya. Dinas Kesehatan selaku dinas tekhnis harus khawatir terhadap vaksin tersebut. Bila perlu terus memantau.

“Dikes harus khawatir lah. Kita semua tahu Vaksin itu berbahaya. Bagaimana jika Vaksin itu sudah ada di Kota Bima. Jangan tunggu ada korban baru bereaksi,” kritiknya.

Menurut dia, soal Vaksin harus menjadi perhatian yang serius. Karena vaksin tersebut merupakan program Nasional, beredar di tiap Puskesmas dan diberikan kepada bayi dan balita.

“Melihat jenis Vaksin juga harus terliti. Perhatikan kemasan – kemasannya, karena tentu Vaksin yang asli dan palsu pasti berbeda. Tapi jika tidka jeli melihatnya, maka itu akan sangat berbahaya,” ujarnya.

Duta PKB itu juga menyarankan, selain memantau peredarannya di tiap – tiap Puskesmas, Dikes juga harus turun memantau distribusi di tiap tiap Apotik yang ada di Kota Bima. Bila perlu, memantau pendistribusiannya di masing – masing dokter yang juga melayani Vaksi bayi.

“Kalau vaksin itu ada di jual oleh Apotik atau dokter yang melayani Vaksin bayi, tanyakan dimana Vaksin tersebut diperoleh,” katanya.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru