Minimalisir Kasus Jambret, Penerangan Jalan Harus Ditambah

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima, Syamsurih meminta kepada Pemerintah Kota Bima melalui SKPD terkait menambah penerangan jalan disejumlah lokasi yang terlihat masih gelap atau kurang penerangan. Sebab, kondisi jalan yang minim penerangan berpotensi menjadi lokasi aksi kejahatan.

Anggota DPRD Kota Bima, Syamsurih. Foto: Ady

Anggota DPRD Kota Bima, Syamsurih. Foto: Ady

“Penerangan jalan perlu ditingkatkan lagi oleh pemerintah. Setidaknya dengan cara itu dapat meminimalisir aksi kejahatan. Salah satunya, kasus penjambretan,” kata Sekretaris Komisi III ini, kemarin.

Menurut Duta PAN ini, kasus penjambretan yang menimpa Wartawati Bima TV, Ayu Lestari beberapa waktu lalu menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Bagi pemerintah, agar lebih meningkatkan penerangan jalan. Terutama di sejumlah jalan pada wilayah bagian timur Kota Bima masih sangat minim penerangan.

“Kita melihat selama ini penerangan jalan masih diarahkan di wilayah bagian barat Kota Bima dan Jalan Protokol Soekarno-Hatta. Wilayah bagian timur, harusnya menjadi atensi juga,” kata dia.

Sementara pembelajaran bagi masyarakat lanjutnya, agar lebih waspada dan hati-hati berkendara sendiri pada malam hari. Utamanya bagi perempuan harus ekstra waspada terhadap kasus kejahatan.

“Dan bagi pihak Kepolisian agar diharapkan lebih pro aktif dalam mengamankan Kota Bima begitu juga Pol PP untuk bisa membantu mengintensifkan patroli malam,” terang Syamsurih.

Syamsurih juga mendorong pemerintah agar punya kemauan dan political will dalam mewujudkan kota yang indah, nyaman dan berestetika. Salah satunya, bagaimana meningkatkan pelayanan publik.

“Apalagi sekarang, pihak Eksekutif dan Legislatif sedang membahas KUA PPAS untuk Anggaran Tahun 2017. Kita mendorong bersama baik TAPD maupun Banggar untuk menunjang sarana dan prasarana tersebut,” tambahnya.

*Ady

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *