KPU Gelar Rakor Pendataan Pemilih Berkelanjutan

Kota Bima, Kahaba.- Guna memenuhi asas demokratis dan ikhtiar bersama memperbaiki tahapan Pilkada 2018 mendatang, KPU Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan pemilih Berkelanjutan, di Aula kantor setempat, Kamis (21/7).

Rakor Pendataan Pemilih Berkelanjutan yang digelar KPU Kota Bima. Foto: Eric

Rakor Pendataan Pemilih Berkelanjutan yang digelar KPU Kota Bima. Foto: Eric

Ketua KPU Kota Bima, Bukhari mengatakan, KPU sebagai penyelenggara dan penanggungjawab pelaksanaan Pilkada, harus memiliki data yang akurat tentang jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sekaligus memudahkan pemutakhiran saat Pilkada 2018 nanti.

Untuk mensukseskan Pilkada, menurut dia, butuh komitmen serta sinergi antara Penyelenggara Pilkada instansi terkait, serta seluruh masyarakat. Agar saat proses Pilkada, sejak awal hingga akhir dapat berjalan lancar.

“Hadirnya pewakilan Legislatif, Dinas Dukcapil dan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk saling berkoordinasi dan kerjasama mensukseskan bersama Pilkada Walikota dan Wakil Walikota 2018,” ujarnya.

Kendati pesta demokrasi tersebut dilaksanakan pada 2018 nanti, sebagai penyelenggara tetap menghawatirkan adanya gejolak serta opini yang terbentuk dari masyarakat, tentang kinerja KPU.

Bercermin pada Pilkada tahun 2013 lalu, masih ada gejolak dari masyarakat pendukung Pasangan Calon tentang hasil, terutama terkait perbedaan jumlah DPT. Sehingga dari adanya gejolak itu, pihaknya berkomitmen dan berupaya maksimal agar jumlah DPT, akurat.

Pada kesmepatan itu, mantan Wartawan itu berterimakasih kepada Pemerintah Kota Bima dan DPRD atas bantuan dana hibah Rp 100 juta tahun 2016. Dari anggaran itu, tahapan awal Pilkada berjalan lancar.

“Bantuan ini akan digunakan untuk tahapan pendidikan pemilih, dan sejumlah persiapan Pilkada tahun 2018 nanti,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *