Farouk Muhammad Kritisi Proses Upacara HUT Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad mengkritisi pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bima ke 376, Kamis (21/7) pagi. Ada dua hal yang menjadi atensi Mantan Kapolda NTB ini.

Wakil Ketua DPD RI Faroek Muhammad saat diwawancara wartawan. Foto: Bin

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad saat diwawancara wartawan. Foto: Bin

Pertama, terkait sambutan Bupati Bima yang menyalahi Undang-Undang Protokol. Menurutnya, dalam aturan protokol itu susunan pejabat negara harus disampaikan secara berurutan. Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet baru jabatan lainnya.

“Tadi itu lebih dulu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), itu kan salah. Saya tadi tegur langsung Wakil Bupati, coba stafnya itu suruh belajar lagi Undang-Undang Protokol,” terangnya usai upacara.

Kedua kata dia, terkait penyembutan secara spesifik nama Anggota DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dalam sambutan Bupati Bima. Hal itu menurutnya tidak etis, karena Anggota DPRD Provinsi NTB asal Bima bukan hanya Mori Hanafi.

“Walaupun mereka tidak hadir kan gak enak. Harusnya sebutkan saja secara kelembagaan jangan secara person. Atau sebut saja putra-putra terbaik Bima yang menduduki jabatan di Provinsi,” kritiknya.

Seolah-olah kata pejabat kelahiran Sape ini, hanya Mori Hanafi yang berkonstribusi untuk daerah Kabupaten Bima. Sementara wakil rakyat lainnya tidak ada peran. Karenanya, Ia berharap ke depan koreksi itu bisa menjadi perbaikan agar pelaksanaan Upacara Hari Jadi Bima berlangsung khidmat.

Terkait dengan perkembangan Kabupaten Bima, Farouk cukup mengapresiasi kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dinilainya cukup bagus. Begitu pula internal pemerintahan dan hubungan pemerintah dengan masyarakat dinilainya sangat solid.

“Sehingga saya optimis kepemimpinan Ibu Dinda dan Pak Dahlan ini bisa membawa perubahan untuk Kabupaten Bima yang lebih baik lagi. Hubungan dengan kami juga cukup baik, sehingga kita akan terus terpanggil untuk memperjuangkan daerah,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *