Koin Kemanusiaan FOKKA Peduli Tetap Dinanti

Bima, Kahaba.- Aksi kemanusiaan yang digagas Forum Komunikasi Kasabua Ade (FOKKA) Pusat Jakarta, menggugah semua untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. FOKKA yang beranggota putra-putri Bima ini ingin berbuat dengan aksi nyata.

FOKKA saat menyerahkan koin sumbangan. Foto: Bin

FOKKA saat menyerahkan koin sumbangan. Foto: Bin

Pada kepengurusan baru periode 2016-2019, FOKKA kembali meluncurkan sebuah program dan aksi nyata berupa ‘Koin Kemanusiaan FOKKA Peduli’. Sepintas memang kecil dan sangat sederhana, tapi begitu menyentuh dan bermanfaat buat mereka yang kurang mampu.

Sekjen FOKKA Subhan Dinatha, kepada Kahaba.net mengatakan, selama bulan Ramadan kemarin, hasil sumbangan telah mampu meringankan beberapa anak Bima, baik yang di Bima, Mataram, Bali dan Jakarta.

(Alm) Ernawati yang lama di rawat di RSUD Kota Bima misalnya, perempuan kelahiran Desa Rato Kecamatan Bolo mendapat sumbagan dana perawatan dari FOKKA, yang diserahkan langsung oleh Ketua FOKKA Bima Bram di RSUD Bima bersama Wakil Ketua Umum FOKKA Pusat Arsyad Hasan dan Sunardin, Divisi Hubungan antar lembaga FOKKA Jakarta.

Pasien lainnya adalah Ade Setiawan, penderita Tumor Mata. Remaja asal Desa Roi, Kecamatan Belo  yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan di RSUD Sanglah Bali. FOKKA juga turut memberikan bantuan, yang disampaikan Perwakilan FOKKA Bali, Rusdin Kendo.

Pasien ketiga, sebut Subhan, Ananda Annisa, warga Bima yang kini bermukim di Citayam Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Annisa menderita sakit lumpuh dan kini terbaring tak berdaya di rumah di bilangan Citayam.

“Annisa merupakan putri Bima. Karena kedua orang tuanya berasal dan Bima, lahir dan besar di Jakarta. Bantuan untuk Annisa disampaikan langsung oleh Ketua Umum FOKKA Bambang Soetrisno, Ketua Dewan Pembina Maman Latif, Dewan penasehat H. Zainuddin Djafar yang juga merupakan Pengurus Rukun Keluarga Masyarakat Tente (RKMT) Jakarta,” ujarnya.

Pasien lain, sambungnya, Wildan bayi berusia 7 bulan asal Desa Rupe Lecamatan Langgudu yang menderita penyakit Hydrosefalus (Pembesaran kepala) sejak usia dua bulan. Wildan saat ini tengah di rawat di RSUD Mataram NTB. Berkat kerja keras dari relawan kemanusiaan Babuju, FOKKA pun berkoordinasi dengan Babuju untuk penyaluran dana kemanusiaan melalui Perwakilan FOKKA Mataram ibu Maryati.

“Sumbangan tahap kedua untuk Wildan diserahkan langsung oleh Ketua Umum FOKKA Bambang Soetrisno, bersama Pembina FOKKA Yakub Ikraman di RSUP Mataram, Minggu (24/7),” sebutnya.

Tidak hanya itu, kata dia, memberikan bantuan kepada seorang Ibu asal Bima yang melahirkan putrinya yang kekurangan biaya dengan mengeluarkannya dari salah satu Rumah sakit di Jakarta, setelah setelah satu minggu tertahan di rumah sakit karena tidak ada biaya.

Subhan menjelaskan, dana kemanusiaan yang disalurkan FOKKA, merupakan dana sumbangan dari pada Pengurus, anggota dan simpatisan FOKKA yang peduli dan kini terbaring sakit. Selain dana sumbangan spontanitas dari berbagai kalangan. FOKKA sesungguhnya hanyalah sebagai inisiator melalui program ‘Koin Kemanusiaan FOKKA Peduli’.

FOKKA hanya berusaha mengetuk hati para dermawan yang peduli dengan penderitaan sesama. Diluar sana masih banyak saudara, adik dan anak yang membutuhkan uluran tangan. Mereka adalah orang-orang yang belum beruntung.

“Bukan soal seberapa besar nilai yang kita berikan, melainkan seberapa besar kepedulian, keikhlasan dan ketulusan  kita terhadap mereka,” tuturnya.

Ketua Umum FOKKA Bambang Soetrisn pun menimpali, FOKKA harus tetap konsen dengan pengabdiannya diranah kemanusiaan dan budaya. Inilah wujud dari pada filosofi Kasabua Ade. Bersama-sama merasakan apa yang dirasakan oleh saudara yang tertimpa ujian dan musibah. FOKKA berusaha untuk sekedar ikut meringankan bebannya minimal mereka sedikit bisa tersenyum dikala duka.

“Semoga program ini bisa bermanfaat dan berkelanjutan, sepanjang masa,” harapnya.

*Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *