oleh

Reduksi Paham Radikal, Ormas Islam Harus Bersama

-Kabar Bima-5 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Melawan segala bentuk paham radikal dan terorisme di Bima memang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Untuk mereduksi paham tersebut misalnya, dibutuhkan kebersamaan Ormas Islam.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady
Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady

“Ormas Islam di Bima, seperti NU, Muhammadiyah, NW dan Persis harus bersama dan menyatukan persepsi untuk melawan radikalisme dan terorisme,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima, Eka Iskandar saat kegiatan Sarasehan Lintas Aktor, Selasa (26/7) pagi.

Eka yang juga Ketua PD Muhammadiyah Kota Bima ini menyadari, manhaj dakwah masing-masing Ormas Islam berbeda. Namun dalam konteks melawan radikalisme dan terorisme tidak ada cara lain kecuali Ormas Islam bersatu. Karena tidak ada yang lebih utama dari nilai persaudaraan sebagai pemersatu.

Upaya selanjutnya kata dia, masing-masing Ormas Islam perlu membuat peta dakwah. Hal ini penting untuk memudahkan Ormas Islam dalam merumuskan metode dakwah dan pendekatan yang efektif guna mereduksi paham radikal di masyarakat.

“Muhammadiyah dalam hal ini telah membuat peta dakwah tersebut. Memetakan mana lampu merah, hijau dan kuning. Untuk mengetahui mana wilayah yang rawan konflik, paham radikal dan tidak. Mudah-mudahan Ormas Islam lainnya juga punya,” terangnya.

Kemudian sambung dia, mereduksi stigma Bima sebagai zona merah tidak terlalu sulit. Caranya, masyarakat tidak perlu latah menyebut Bima sebagai zona merah. Cukup kita berdiam diri, termasuk tidak memberikan argumentasi untuk mengklarifikasi istilah yang dialamatkan itu kepada daerah Bima.

“Maka dengan sendirinya lambat laun stigma ini akan gugur. Tentu dengan tetap berupaya untuk menetralisir perkembangan paham radikal tersebut,” urainya.

Eka menambahkan, radikalisme sebenarnya tidak hanya ada dalam Agama Islam. Tetapi radikalisme ada pada semua agama. Karenanya, keliru jika ada pihak yang mengalamatkan Islam sebagai agama radikal.

*Ady

Komentar

Kabar Terbaru