Dandim: Perkuat Pancasila, Strategi Lawan Radikalisme

Kota Bima, Kahaba.- Dandim 1608 Bima, Letkol Arh Edi Nugraha menegaskan, memperkuat Pancasila sebagai ideologi negara  secara substansial merupakan salah satu strategi untuk membentengi diri dari bahaya radikalisme dan terorisme.

Dandim 1608 Bima, Letkol Arh Edi Nugraha. Foto: Ady

Dandim 1608 Bima, Letkol Arh Edi Nugraha. Foto: Ady

Dulu kata Dandim, pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) diajarkan sejak dini kepada pelajar di sekolah. Dari pendidikan itu, betul-betul dirasakan manfaatnya untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme.

“Tapi sekarang pendidikan P4 sudah tidak ada lagi. Wajar nasionalisme generasi kita secara perlahan mulai luntur. Pancasila saja gak dihafal,” kata pengganti, Letkol Tommy Feri ini saat mengisi sarasehan lintas aktor terkait bahaya radikalisme ini, kemarin.

Strategi lainnya lanjut Dandim, memperkuat Ormas Islam berhaluan moderat untuk menangkal paham radikalisme. Dalam hal ini seperti NU dan Muhammadiyah yang memiliki pemahaman moderat terhadap doktrin agama, berupa Al Qur’an dan Hadits.

Kemudian strategi dalam aspek politik jelasnya, diperlukan ketegasan sikap pemerintah dan DPR dalam menghadapi tindakan kekerasan dan anarkisme. Terutama yang berlatar belakang radikalisme atas nama agama dan isu sara.

Caranya, yakni diperlukan kehadiran negara secara cepat dan tepat dalam setiap konflik yang terjadi. Selanjutnya Polri harus didukung agar berani menerapkan kewenangan bertindak berdasarkan asas dikresi.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *