Sidak di Sekolah, Wabup Bima Kesal KBM tidak Berjalan Normal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Bupati (Wabup) Bima Dahlan M. Noer didampingi kepala UPT Dinas Dikpora melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) jajaran Dikpora di Kecamatan Woha. Di Kecamatan itu, Dahlan inspeksi di SMPN 1 Woha dan disambut Kepala Sekolah setempat.

Wabup Bima saat Sidak di Sekolah. Foto: Hum

Wabup Bima saat Sidak di Sekolah. Foto: Hum

Tepat jam 11.40 Wita Wakil Bupati  tiba di halaman sekolah SMP Negeri 1 Woha dan langsung bertemu dengan para siswa, kemudian menanyakan tentang keberadaan para guru serta kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berlangsung di sekolah tersebut.

Kepada kepala sekolah usai melakukan peninjauan, Wabup  mengingatkan agar Kepala Sekolah melakukan pengawasan secara ketat kehadiran para guru, agar tidak merugikan proses belajar mengajar.

“Guru-guru jangan bolos mengajar, kasihan anak didik dan jangan membiarkan siswa menunggu guru terlalu lama,” tegas Wabup yang tampak kesal melihat KBM yang tidak berjalan optimal.

Wakil Bupati juga  memahami bila pada setiap sekolah ada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti guru, guna peningkatan kapasitas dan keterampilan belajar mengajar. Namun, bila ada kegiatan yang bersamaan, Kepala Sekolah sedapat mungkin mengatur kegiatan agar KBM di sekolah dapat berlangsung sebagaimana biasanya.

Wabup kemudian berjalan menuju SDN  SDN 1 Tente yang berlokasi disebelah SMPN 1 Woha dan memeriksa ruangan di sekolah tersebut. Kepada Kepala Sekolah,  Wabup mengingatkan agar melaporkan bila ada kerusakan fisik ruang kelas.

“Para pengawas dan Kepala Sekolah harus secara rutin melaporkan bila ada kerusakan atau kondisi sarana dan prasarana di sekolah yang tidak memadai. Jangan biarkan kondisi fisik sekolah rusak parah, karena sangat mengganggu keindahan  ruang kelas,” pintanya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *