oleh

Gapensi Sorot Proyek Kota Bima Dikuasai Non Pribumi

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Gapensi Kota Bima H. Armansyah menyorot Proyek di Kota Bima sudah dikuasai oleh orang orang non pribumi. Tidak saja proyek – proyek besar, pengerjaan kecil saja sudah tidak diberikan kepada pengusaha lokal.

Ketua Gapensi Kota Bima, H Armansyah. Foto: Bin
Ketua Gapensi Kota Bima, H Armansyah. Foto: Bin

Iklim penguasaan proyek yang tidak baik itu, menurutnya tidak boleh dibiarkan. Jika terus terjadi, sama halnya membunuh keberadaan pengusaha lokal. Saat ini saja, pengusaha lokal banyak yang sudah gulung tikar dan menjadi pengangguran.

“Saya melihat indikasinya kuat sekali soal penguasaan proyek oleh para non pribumi. Tidak saja kegiatan besar, kegiatan kecil juga diembat semua oleh para mata sipit,” sorotnya, Jumat (29/7).

Parahnya lagi, kata dia, tender semua jenis proyek terkondisi lebih awal. Semua telah diatur dan telah berlabel, sehingga tidak ada peluang pengusaha lokal bisa mendapatkannya.

“Tender hanya formalitas saja. Saya ini Ketua Gapensi, jadi tahu semua masalah tender. Kalau kita mau buka semua, tidak ada potongan – potongan signifikan yang dimenangkan. Jadi, semua terkondisi lebih awal. Kalimat – kalimat saya ini bisa saya pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kata dia, bicara kualitas kerja, pekerjaan pengusaha lokal juga tidak kalah dari para pengusaha non pribumi. Karena sesungguhnya bicara kualitas, bicara tentang pengawasan.

“Ini bukan soal kualitas pekerjaan mas, ini masalah indikasi konspirasi jahat yang sudah diatur sedemikian rupa,” tudingnya.

Untuk itu, selaku Ketua Gapensi ia berharap kepada Pemerintah, agar bisa melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda. Tidak saja bicara mengenai keuntungan dan lain sebagainya, tapi lebih pada pemberdayaan terhadap warga lokal yang juga ingin berbuat untuk daerah.

Sementara itu, pengelola Unit Layanan Pengadaan (UPL) Bagian Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang jasa (AP dan LPBJ) Setda Kota Bima, Adilansyah membantah pernyataan Ketua Gapensi tersebut.

Dirinya malah kembali bertanya, proyek yang mana yang dikuasai oleh orang non pribumi. Sebab, banyak juga proyek yang dimenangkan oleh pengusaha lokal.

“Kalau pengerjaan proyek didominasi oleh orang bermata sipit, itu penilaian yang subyektif. Karena kenyataannya juga, banyak perusahaan yang menang tender, direkturnya orang pribumi,” jelasnya.

Soal tender yang sudah diatur dan terindikasi adanya konspirasi jahat, Adilansyah  menjawab singkat, tender proyek sudah melalui prosedur. Tidak diatur atur.

“Kalau memang orang non pribumi yang menang tender, karena dokumennya sesuai aturan,” tegasnya.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru