Berjuang Hidupi Keluarga, Bocah Ini Jual Nyiru Keliling

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Setelah lama ditinggal pergi sang ayah, Ridwan (10) bocah asal RW 08 RW 06 Desa Tarlawi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, kini harus berjuang menghidupi keluarga dan kebutuhan sekolahnya. Ia rela berkeliling dari kampung ke kampung untuk menjajakan barang dagangannya.

Ridwan saat memikul bakulan. Foto: Deno

Ridwan saat memikul bakulan. Foto: Deno

Tak hanya wilayah Kabupaten Bima yang Ia jajaki, hampir semua kampung di Kota Bima pun tak luput dijelajahi tapak kaki mungilnya. Bocah kelas 4 Sekolah Dasar tersebut terkadang harus meninggalkan sekolah untuk pergi berjualan.

Tiada tempat lagi untuk bersandar, membuat Ridwan tak punya pilihan lain kecuali berjuang sendiri untuk menyambung hidup. Dia harus mengais rejeki dengan berjalan, tanpa alas kaki mengelilingi kampung.

Ridwan mengaku, Nyiru yang dijualnya merupakan milik orang lain. Ia hanya mengambil keuntungan sedikit dari hasil penjualan. Itupun tidak selalu Nyiru yang dijual ada yang membeli. Terkadang ada yang terjual, pun dirinya harus pulang dengan tangan Kosong.

“Saya menjual Nyiru orang lain. Saya berjualan hanya untuk membantu ibu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun saya harus berjalan kaki sepanjang hari, setidaknya saya bisa berguna buat keluarga saya,” kata Ridwan, Minggu (31/7) pagi.

Ridwan tak memungkiri punya harapan, ingin menghabiskan waktunya untuk bermain dan bercanda layaknya bocah- bocah lain. Namun hal tersebut hanya sebuah angan semu bagi anak ketiga dari empat bersaudara ini, karena dalam pikirannya hanya ingin bekerja keras membantu ibu dan saudaranya yang lain.

“Ingin punya waktu bermain dengan teman-teman, tapi takdir hidup saya tidak seberuntung mereka,” ungkapnya.

Entah apa yang membawa Ridwan mengucap salam beberapa kali di rumah wartawan Kahaba.net. Bocah itu meminta air minum, hanya untuk menghilangkan rasa haus setelah berjalan sejak pagi. Beberapa gelas air putih habis ditenggaknya.

Bibirnya tampak kering, kaos putih yang dipakainya pun sudah terlihat usang. Begitupun rautnya, tergambar rasa letih setelah sepanjang jalan memikul beban belasan bakulan. Dua kakinya pun sudah dipenuhi debu. Kaki yang menantang terik untuk mengais rupiah, agar segera dibawa pulang ke rumah.

Ridwan menjadi sosok bocah yang menjadi pejuang untuk keluarganya. Setelah melahap satu bungkus nasi, anak kecil ini pamit dan melanjutkan perjalannya mengejar harapan.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *