Dikpora Diklat Sekolah Aman Bencana

Kota Bima, Kahaba.- Selama tiga hari sejak tanggal 2 sampai 4 Agustus, 100 peserta dari Kepala Sekolah dan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) mendapat diklat pelatihan sekolah aman bencana, di SMKN 3 Kota Bima, Selasa (2/8).

Diklat pelatihan sekolah aman bencana. Foto: Eric

Diklat pelatihan sekolah aman bencana. Foto: Eric

Kepala Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan diklat panduan manajemen pelatihan penanggulangan bencana, guna membangun komitmen bersama guna mengantisipasi terjadinya bencana di daerah, termasuk yang berdampak pada sekolah.

“Diklat ini bertujuan melatih dan membina jajaran kepala sekolah dan guru, agar kedepan bisa mensosialisasikan kepada siswa bila ada bencana. Sehingga jajaran sekolah dapat melakukan tindakan upaya pencegahan dini, meminimalisir jatuhnya korban dan kerugian,” ujarnya.

Alwi  menuturkan, Pemerintah Kota Bima merupakan 11 Kota tangguh yang telah diakui secara Nasional. Tentu, melalui penguatan diberbagai bidang termasuk pendidikan, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana di tingkat sekolah. Harapannya, dapat ditindaklanjuti dengan diadakan program dan kegiatan di tingkat sekolah, baik setingkat SD, SMP, SMA sederajat.

“Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima telah melatih dan membina guru dan kepala sekolah tingkat SMP dan SMA. Sedangkan pihak Dikpora untuk SD saja, sehingga dengan berjalannya program tersebut, maka sekolah dapat mengimplementasikan sekolah aman bencana,” jelasnya.

Diklat yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bima melalui Dikpora dan BPBD mempunyai tujuan, untuk membangun komitmen bersama terhadap antisipasi terjadi bencana. Paling tidak sekolah cepat melakukan koordinasi awal kepada instansi terkait, bila ada gejala terjadinya bencana.

Karena melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, maka dapat menghindari banyaknya jatuhnya korban dan kerugian materi yang banyak.

Setelah mendapat diklat selama tiga hari, sambungnya, diharapkan guru dan kepala sekolah kembali mensosialisasikan materi yang diberikan kepada seluruh siswa. Agar siswa dapat memahami dan mengerti, bila akan terjadi suatu bencana maka siswa telah tahu apa yang akan dilakukan.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *