Petani Garam Boikot Jalan Talabiu

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Menuntut kenaikan harga garam sesuai dengan standar kebutuhan hidup sekarang, ratusan petani garam dan warga Desa Talabiu, Rabu (3/8) menggelar aksi dan memboikot jalan menggunakan kayu dan batu.

Warga saat blokir jalan di Cabang Desa Talabiu. Foto: Hermansyah Pulalo (Facebook)

Warga saat blokir jalan di Cabang Desa Talabiu. Foto: Hermansyah Pulalo (Facebook)

Koordinasi aksi, Indra dalam orasi mengatakan, boikot jalan merupakan bentuk aksi protes pada Pemerintah yang selalu bersikap apatis terhadap kepentingan ekonomi rakyat. Padahal Bupati dan DPRD sudah diundang untuk hadir menemui petani dan masyarakat, malah tidak hadir.

Lanjut Indra, ketidakpedulian Pemerintah justeru menambah emosi petani dan masyarakat, kemudian mengambil jalan pintas dengan menutup total aktifitas jalan di Cabang Talabiu.

“Jangan biarkan masyarakat menunggu tanpa kejelasan seperti ini. Para petani hanya meminta agar Pemerintah segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang standarisasi harga garam. Karena harga garam Rp 4000 Ribu/karung atau harga garam 1 kg sebesar Rp 60/kg, tidak memberikan keuntungan untuk petani,” jelasnya.

Rendahnya harga garam tersebut, sambungnya, turut berdampak pada lemahnya ekonomi para petani. Kemudian membuka jurang kemiskinan di daerah.

“Ekonomi rakyat penting untuk diperhatikan oleh Pemerintah. Karena nasib para petani garam ada ditangan pemimpin daerah ini,” pintanya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *