oleh

Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Digelar

-Kabar Bima-87 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mewujudkan masyarakat Kota Bima yang cerdas melalui minat baca dan pengelola perpustakaan sekolah yang terampil, Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Bima menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Lingkup Pemerintah Kota Bima di Aula SMPN 6 Selasa (9/8).

Ilustrasi
Ilustrasi

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin. Turut hadir 2 orang narasumber dari Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB, Lalu Anwar dan Arasynuryakin serta sejumlah pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima.

Kepala Arsip dan Perpustakaan Hj. Sri Ratnawati dalam laporannya mengatakan, kegiatan Bimtek berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 9 -10 Agustus 2016 dan diikuti oleh 80 peserta terdiri dari pengelola perpustakaan SD 64 orang dan pengelola perpustakaan SMP sebanyak 16 orang.

Tujuan Bimtek sendiri untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan pengelola perpustakaan sekolah dalam mengelola, menata dan mengembangkan perpustakaan sekolah, serta terwujudnya perpustakaan sekolah yang dapat melayani kebutuhan pemustaka di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB Lalu Anwar dalam pengantarnya mengatakan, bimbingan teknik ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola perpustakaan. Selain itu, Kebijakan pemerintah berperan penting dalam pengembangan dan kemajuan suatu perpustakaan daerah.

“Kebijakan dengan menyediakan bahan baca, sarana yang memadai, serta SDM berkualitas bisa menjadikan perpustakaan lebih maju,” ujarnya melalui siaran Pers Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Sementara itu, Wakil Walikota dalam arahannya menyampaikan, masalah utama yang dihadapi bangsa di bidang pendidikan adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia karena minat masyarakat untuk membaca.

Menurut data PBB, minat baca siswa di Indonesia berada di tingkat yang sama dengan anak –anak di Negara Afrika Selatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca adalah terbatasnya jumlah perpustakaan sekolah dan pengelolaan perpustakaan tidak didasarkan pada kebutuhan pengetahuan siswa.

“Oleh karena itu, perpustakaan sekolah diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan untuk mengembangkan kebiasaan membaca,” katanya.

Optimalisasi pengelolaan perpustakaan harus didukung oleh pengelolaan perpustakaan yang profesional dan modern oleh pihak sekolah. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan mutu perpustakaannya. Pertama, peningkatan kapasitas SDM pengelola perpustakaan agar lebih profesional. Kedua, pengembangan perpustakaan dengan fasilitas yang memadai.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu faktor penghambat pengembangan perpustakaan di Indonesia adalah pengelolaan yang masih jalan di tempat, ruang perpustakaan belum tertata dengan apik dan menyenangkan, padahal suasana ruang baca sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna perpustakaan.

“Saya berharap ke depan di Kota Bima ada perpustakaan representatif yang asri dan nyaman serta menyediakan fasilitas penunjang seperti ada taman, wifi, tersedia makanan dan minuman sehingga pemustaka tertarik untuk datang membaca, juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk rekreasi dan bersantai bersama keluarga,” harapnya.

*Bin/Hum

Komentar

Kabar Terbaru