oleh

Tim Investigasi Sengketa Agraria Oi Katupa Gelar Pertemuan

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tim investigasi yang terdiri dari Anggota DPRD Kabupaten Bima dan sejumlah SKPD terkait menggelar pertemuan hasil kunjungan lapangan di Desa Oi Katupa. Rapat tersebut membahas dan memadukan data agar diperoleh solusi terbaik.

Pertemuan tim investigasi sengketa agraria Desa Oi Katupa Tambora. Foto: Bin
Pertemuan tim investigasi sengketa agraria Desa Oi Katupa Tambora. Foto: Bin

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah di ruang rapat kantor setempat, Kamis (1/9) dihadiri oleh anggota tim dari dewan seperti H. Syamsuddin, H. Muhammad, Ramli, Nurdin Amin, dan Suryadin.

Sementara dari SKPD, terlihat hadir Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, Kabag Tatapem, Kabag Hukum, Kabag Ekonomi, Camat Tambora. Juga tampak hadir Kepala BPN Kabupaten Bima, dan jajaran Polres Bima dan Kepala Desa Oi Katupa dan watu orang warga desa setempat.

Nukrah dalam pengantarnya mengatakan, pertemaun tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi tim. Karena fakta-fakta yang diperoleh di lapangan, harus disampaikan dalam pertemuan. Kemudian dipadukan dengan fakta yang akan disampaikan oleh BPN dan pihak-pihak terkait, tentang keberadaan PT. Sanggar Agro.

Pada tempat yang sama, anggota dewan Ramli menegaskan, tim tidak memiliki keberpihakan. Tim berada tengah tengah, karena tugas sebagai wakil rakyat juga melindungi rakyat. Kemudian investasi juga harus dijaga. Sebab kehadiran investor juga tidak boleh ditolak, karena tujuannya juga untuk kesejahteraan rakyat dan daerah.

Jajaran tim investigasi dari SKPD. Foto: Bin
Jajaran tim investigasi dari SKPD. Foto: Bin

“Kami turun melakukan investigasi bukan ingin membela salah satunya. Kami turun untuk membela Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pemekaran 23 Desa di Kabupaten Bima, termasuk Desa Oi Katupa,” ujarnya.

Saat rapat baru saja digelar, Kepala Desa Oi Katupa Muhidin malah memilih untuk keluar. Beberapa menit kemudian, seorang warga desa setempat juga memilih keluar. Sejumlah SKPD terkait yang hendak memberikan keterangan, merasa percuma menyampaikan pendapat, jika Kepala Desa Oi Katupa tidak dalam ruangan pertemuan.

Hingga usai rapat, Muhidin dan salah seorang warga itu tidak kembali hadir. Kendati sempat diskor, pertemuan tetap dilanjutkan dengan sejumlah pembahasan.

“Kami berharap, dari pertemuan ini ada langkah pengambilan solusi yang terbaik. Tapi mau bagaimana, Kepala Desa Oi Katupa malah keluar saat pertemuan,” ujar Ramli.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru