oleh

Dewan Minta Sarana Pemandian Arema untuk Sementara Ditutup

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Taufikurrahman meminta kepada aparat kepolisian mengusut tuntas tewas tenggelamnya siswi SDN 14 Kota Bima, di sarana Pemandian Arema. Karena tidak mungkin, Siswi tersebut meninggal jika tidak ada sebab.

Anggota DPRD Kota Bima Taufikurrahman. Foto: Bin
Anggota DPRD Kota Bima Taufikurrahman. Foto: Bin

Ia menduga, kejadian tersebut karena adanya kelalaian. Baik dari jajaran guru yang mendampingi siswa, maupun dari pengelola sarana pemandian tersebut. Jika kontrol ekstra dilakukan oleh guru dan pengelola pemandian itu, maka kejadian tersebut tidak terjadi.

“Saya melihat ini ada kelalaian. Makanya, kami meminta agar Polisi serius usut tuntas masalah ini. Biar pihak keluarga korban juga bisa tenang dan mendapat kepastian penyebab kematian anaknya,” pinta Taufik, Kamis (10/11).

Kepada pihak kepolisian diminta untuk menghentikan dulu aktifitas pemandian tersebut, hingga menemukan kejelasan persoalannya. Karena jika dilihat dari kematian siswi itu, juga ada indikasi kurangnya pengawasan dan tidak terjaminnya keselamatan pengunjung.

Selain itu, kepada Dinas Dikpora juga diharapkan bisa mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan ekskul olahraga renang yang dilaksanakan oleh beberapa sekolah.

“Masalah ini juga menjadi perhatian serius kami di Legislatif. Makanya saran kami sebaiknya sarana pemandian itu tidak membuka aktifitas, sampai polisi bisa menuntaskan masalah ini,” kata Sekretaris Komisi I yang membidangi pendidikan itu.

Pada kesempatan tersebut, secara kelembagaan dirinya juga menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada orang tua dan keluarga korban. Semoga pihak keluarga diberi kesabaran dan ketabahan.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru