oleh

Petani So Samporo Sadia Keluhkan Kekurangan Air

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Lantaran proyek normalisasi sungai di sekitar kantor Lurah Sadia Kecamatan Rasanae Baraat, menyebabkan sawah pertanian So Samporo kekurangan air. Pasalnya, parit sebagai aliran sungai sudah rusak dan terhalang proyek.

Ilustrasi

Petani Sadia, Syamsudin mengeluhkan kekeringan yang melanda pertanian warga di So Samporo Sadia. Karena sejak adanya proyek normalisasi sungai akibat banjir, aliran sungai tidak lagi mengalir ke pertaniam warga. Parit sebagai aliran sungai tersumbat karena dipakai untuk jalan lalulintas kendaraan proyek.

“Sebelum itu sudah diupayakan minta solusi kepada kontraktor proyek untuk membuka jalan, tetapi tidak ada tanggapan,” katanya Sadia, Jumat (12/5)

Pungga So Samporo Sadia, Ahmad membenarkan kondisi lahan pertanian yang kian kering kerontang. Lantaran kekurangan air. Sebab air yang biasanya mengalir melalui parit yang disedot dari sungai tidak bisa mengalir lagi, karena tersumbat tumpukan tanah proyek.

“Saat ini sudah kami coba pakai mesin air. Namun, air tidak bisa tersedot. Dan, harus menungu waktu beberapa hari,” keluhnya.

Ia mengungkapkan, lahan pertanian So Samporo adalah lahan sewa dari Yayasan Islam Bima. Sehingga biaya sewa yang mahal yang sudah dikeluarkan, kini tidak bisa dikelola. Meskipun sudah dilaporkan ke pihak Yayasan Islam.

“Kami sudah laporkan ke Yayasan Islam juga. Tapi, belum ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia dan petani lainya berharap ada solusi dari Pemerintah Kota ataupun Yayasan Islam yang menguasai lahan pertanian. Agar lahan tersebut segera dialiri sungai, sehingga petani bisa mengelola dan bercocok tanam.

“Kami berharap ada solusi dari Pemkot dan Yayasan Islam Bima,” harapnya lagi.

*Kahaba-09

Komentar

Kabar Terbaru