oleh

Belum Diresmikan, Masjid Terapung Dipakai Akad Nikah Anak Walikota Bima

-Kabar Bima-5 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Masjid Terapung Amahami baru selesaikan dikerjakan akhir Desember 2017 lalu. Saat ini, kabarnya masjid tersebut belum diresmikan dan diserahterima ke yayasan yang rencananya akan mengelola tempat ibadah umat muslim tersebut.

Masjid Terapung Amahami. Foto: Bimakini.com

Tapi tadi pagi, Sabtu (12/1) di masjid tersebut dilangsungkan acara akad nikah anak Walikota Bima. Walimatul Akad orang nomor satu di Kota Bima itu pun ramai dihadiri oleh pejabat lingkup Pemerintah Kota Bima dan masyarakat.

Hanya saja, acara tersebut disorot oleh salah seorang warga Kelurahan Dara, Herman. Pasalnya, masjid tersebut belum diresmikan dan diserahterima ke yayasan yang akan mengelolanya, tapi sudah digunakan untuk menggelar kegiatan anak kepala daerah.

“Aneh saja kelihatannya. Coba warga biasa yang ingin bikin acara akad nikah disana (Masjid Terapung Amahami,Red) sebelum diresmikan dan diserahterima, belum tentu diizinkan,” sorot Herman.

Menurut pria yang juga dosen STKIP Bima itu, masjid yang dibangun dengan anggaran belasan miliaran itu harusnya diresmikan terlebih dahulu. Kemudian ditentukan yayasan mana yang akan mengelolanya dan untuk diserahkan. Baru tempat ibadah itu bisa digunakan untuk acara – acara seperti itu.

“Kami malah menduga. Kenapa masjid ini dikejar pekerjaannya siang malam, mungkin untuk acara akad nikah anak Walikota Bima ini,” duganya.

Herman menambahkan, Masjid Terapung Amahami proses pembangunannya menuai pro dan kontra. Sebab, anggaran yang terbilang banyak itu lebih baik dialihkan ke pembangunan Masjid Agung Al Muwahiddin Bima. Karena saat ini pekerjaannya belum rampung.

“Sebenarnya masih banyak masjid lain yang bisa dipakai untuk acara itu. Tidak mesti di Masjid Terapung Amahami,” tuturnya.

Pertanyaan ramainya kendaraan dan aktifitas di masjid tersebut juga banyak lalu lalang di media sosial. Sebagian orang mengira bahwa masjid tersebut sedang diresmikan. Namun beragam komentar memberi jawaban jika keramaian itu bukan peresmian, melainkan acara akad nikah.

Untuk mengonfirmasi sorotan dari warga tersebut, pejabat Dinas PUPR yang berusaha di konfirmasi di kantornya tidak ada di tempat. Seorang staf mengaku pejabat di dinas itu sedang berada di acara akad nikah.

Demikian juga saat media ini berusaha mengonfirmasi kepada Pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, tidak mendapatkan jawaban.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru