Walikota Tidak Hadir, Ketua RT dan RW Kecewa

Kota Bima, Kahaba.- Kegiatan pendidikan demokrasi untuk Ketua RT dan RW se-Kota Bima di Convention Hall, Rabu (14/3) kemarin menyisakan kekecewaan para peserta yang hadir. Penyebabnya, Walikota Bima yang sedianya dijadwalkan hadir untuk membuka secara resmi cara tersebut tidak kunjung datang.

Pendidikan Demokrasi Untuk Ketua RT dan RW. Foto: Eric

Padahal, kegiatan tersebut telah direncanakan dengan baik. Mulai dari sistem acara hingga tata cara pelaksanaan kegiatannya. Justeru  karena Walikota Bima yang menandatangani surat undangan berhalangan hadir untuk membuka acara tersebut. Badan Kesbangpol pun berencana akan mengadakan kegiatan yang sama di lain waktu.

“Hanya karena Walikota Bima tidak jadi hadir untuk membuka kegiatan, justeru pihak panitia ingin mengadakan lagi di lain waktu. Tentu ini sangat menyita waktu,” ujar Ketua RW 01 Kelurahan Lewirato Wahyudin kecewa.

Wahyudin menjelaskan, ketidakhadiran Walikota dalam acara itu seharusnya telah diantisipasi terlebih dahulu oleh panitia dengan menempatkan pejabat yang mewakili untuk membuka kegiatan. Mengingat kegiatan pendidikan demokrasi untuk RT dan RW sangatlah penting untuk diikuti sebagai pencerahan proses demokrasi.

“Lucu, Walikota tidak bisa hadir kegiatan hanya berlangsung sesaat, lalu memutuskan lagi digelar pada waktu yang belum ditentukan. Seharusnya ada pejabat yang mewakili, untuk membuka kegiatan tersebut,” kata dia.

Kekecewaan juga dirasakan Ketua RT12 Kelurahan Sarae Idris. Sebagai masyarakat ia hadir ingin mendapatkan pendidikan demokrasi. Namun harus pulang dengan kecewa karena setelah cukup lama menunggu tidak ada yang membuka kegiatan tersebut.

Secara terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima Achmad Facthoni mengatakan, kegiatan pendidikan demokrasi tetap berjalan sesuai rencana. Hanya saja, berlangsung sebentar dan akan diadakan kembali dengan jadwal yang diatur kembali.

Berdasarkan hasil koordinasinya dengan Walikota Bima, orang nomor satu di Kota Bima itu ingin sekali hadir dan bertemu dengan Ketua RT dan RW untuk menyampaikan beberapa pesan.

“Ketidakhadiran beliau karena harus ada keperluan pemerintah yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” kata Facthoni.

Diakuinya, tidka saja Walikota Bima yang tidak hadir. Sejumlah undangan seperti Kapolres Bima Kota, Dandim 1608 Bima, jajaran Panwaslu dan KPU tidak hadir. Karena pada saat bersamaan masih ada agenda penting lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia menambahkan, diakhir jabatannya Walikota Bima hanya ingin berpamitan sekaligus mengucapkan terimakasih atas jasa Ketua RT dan RW yang turut menjaga kondusifitas daerah dengan aman dan damai selama dirinya memimpin Kota Bima.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *