Musrenbang Tingkat Kecamatan, Camat Asakota Harap Aspirasi Warga Banyak Terealisasi

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kecamatan Asakota menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan di aula kantor camat setempat, Jumat (16/3) pagi. Kegiatan itu dihadiri SKPD terkait, para lurah se-Kecamatan Asakota, jajaran Polisi dan TNI dan tokoh masyarakat Asakota.

Musrenbang tingkat Kecamatan Asakota. Foto: Bin

Camat Asakota Is Fahmin memaparkan, cikal bakal perencanaan itu dimulai dari perencanaan di tingkat kelurahan. Kemudian dihimpun dalam perencanaan tingkat kecamatan, dengan menentukan skala prioritas yang dikaji berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Perencanaan yang berkualitas apabila perencanaan itu mencakup semua sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, apa yang dilakukan hari ini adalah untuk kebutuhan pelaksanaan pembangunan kedepan,” ujarnya.

Diakuinya, Kecamatan Asakota terdiri dari 4 Kelurahan. Dalam waktu dekat akan ditambah dengan 2 kelurahan pemekaran baru masing – masing Kelurahan Jatiwangi Timur dan Ule. Tentu dengan adanya kelurahan baru ini, akan semakin memudahkan pelayanan untuk masyarakat di Kecamatan Asakota.

Fahmin mengakui, sudah banyak program pembangunan yang masuk di Asakota. Meski masih banyak juga yang sudah direncanakan, tapi belum terealisasi. Seperti jalan lingkar Kedo Ule baru dikerjakan setengah, harapannya semoga bisa dilanjutkan.

“Melalui kesempatan ini, kami berharap pemerintah kelurahan bisa menyampaikan juga aspirasi yang menyangkut kepentingan umum. Kami juga berharap pemerintah lebih tinggi bisa memperhatikan dan merealisasikan,” harapnya.

Ia menambahka, yang ingin dicapai sebagai pengembangan kebijakan perencanaan adalah, Kelurahan Jatiwangi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pusat perdagangan dan jasa skala lokal dengan pengembangan perumahan kepadatan sedang dan kawasan pertahanan keamanan.

Kemudian Kelurahan Kolo, sebagai kawasan pariwisata bahari dan pengelolaan perikanan. Kelurahan Jatibaru, sebagai pengembangan kawasan pertanian, kawasan industri usaha dan kawasan konservasi lingkungan. Kemudian Kelurahan Melayu, sebagai pusat perdagangan dan jasa skala lokal, wisata budaya.

Di tempat yang sama, perwakilan Bappeda Kota Bima Adisan menjelaskan, ada 4 unsur yang manjadi substansi perencanaan yang akan menjadi acuan pemerintah merumuskan program pembangunan.

Pertama dengan dari bawah ke atas atau bottom-up yakni merencanakan dari partisipasi masyarakat dari bawah. Kemudian menjadi indikator yang bisa dikerucutkan menjadi program prioritas. Sejumlah program dari hasil Musrenbang akan ditampung dalam data base perencanaan atau E-planning.

“Kedua, usulan berdasarkan reses anggota dewan. Hasil reses ini juga akan masuk dalam E-Planning Bappeda,” ungkapnya.

Kemudian yang ketiga, hasil kunjungan kerja kepala daerah ke masing – masing wilayah. Hasil kunjungan itu masuk ke e planning dan keempat rencana kerja dari masing masing-masing perangkat daerah.

“Jika pun aspirasi yang sama empat indikator ini, maka itu akan menjadi skala prioritas,” paparnya.

Semoga saja kata Adisan, usulan yang disampaikan pada Musrenbang di Kecamatan Asakota ini bisa terakomodir dan masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *