BEM STIH dan IMM Desak Direktur RSUD Bima Dicopot 

Kabupaten Bima, Kahaba.- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Bima dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima menggelar aksi demonstrasi di kantor Bupati Bima, Kamis (22/3) siang.

BEM STIH dan IMM saat aksi di depan kantor Bupati Bima. Foto: Deno

Mahasiswa mendesak Bupati Bima untuk segera mencopot Direktur RSUD Bima, buntut persoalan kepulangan jenazah bayi menggunakan sepeda motor. Karena orang tua bayi yang tidak mampu membayar biaya ambulance.

Korlap Aksi Rustam dalam orasinya menyampaikan, sesuai dengan amanat UUD NKRI 1945 pasal 28H dan ayat 34 ayat 3 bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum.

Kemudian juga diatur dalam UU Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 54 tentang praktek kedokteran. UU memberikan perlindungan bagi pasien dan dijelaskan dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 yang menyatakan pelayanan yang manusia, jujur, adil dan tanpa diskriminasi.

“Pihak RSUD Bima sudah melanggar UU, menelantarkan mayat bayi yang meninggal dan tega memulangkannya menggunakan sepeda motor,” tegasnya.

Padahal sambungnya, fasilitas ambulance untuk memulangkan mayat ada dan bisa digunakan. Namun dipersulit karena pasien hidup miskin, maka tidak diperhatikan dengan serius.

Untuk mereka meminta Bupati Bima agar mencopot Direktur RSUD, sebagai sanksi sosial atas kelalaiannya dan diberikan hukuman yang setimpal atas peristiwa yang tidak memanusiakan manusia tersebut.

“Dengan segala hormat, kami minta Bupati Bima untuk mencopot Direktur RSUD Bima,” desaknya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga meminta agar 4 orang bidan dan perawat yang diduga lalai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya juga dipecat. Kemudian memberikan pelayanan yang maksimal agar tidak terjadi diskriminasi pada rakyat miskin.

“Kalau tuntutan kami tidak dihiraukan, akan muncul gerakan yang lebih besar yang akan menyuarakan aspirasi yang sama,” ancamnya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *