Ternak Berkeliaran, Sudirman Kritik Kinerja Pol PP Depan Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Pimpinan DPRD Kota Bima Sudirman DJ mengeritik kinerja Pol PP Kota Bima dihadapan Walikota Bima saat rapat paripurna DPRD Kota Bima, Senin (26/3). Kritik yang disampaikan soal ternak yang berkeliaran, seolah tidak pernah diurus oleh Pol PP.

Rapat paripurna ke-12 DPRD Kota Bima tentang penjelasan terhadap LKPJ Walikota Bima Akhir Tahun Anggaran 2017 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan Walikota Bima Tahun Anggaran 2018.. Foto: Hum

Sudirman mengungkap masalah itu sebelum menutup rapat paripurna. Dihadapan Walikota, sejumlah kepala SKPD termasuk kepala Pol PP, ia meminta agar soal ternak berkeliaran itu bisa ditertibkan. Karena cukup menganggu para pengendara.

“Terakhir pak Walikota Bima. Ini masukan, kita sudah buat Perda ternak. Tetapi ko’ akhir-akhir ini banyak berkeliaran sapi di tengah kota,” sorot Sudirman, dibalas senyuman dari Walikota Bima yang duduk disampingnya.

Karena menurut dia, banyaknya ternak yang berkeliaran justru merusak keindahan. Ia pun sangat berharap pada kesempatan rapat itu Walikota Bima dapat menginstrusikan pada SKPD terkait untuk menertibkan ternak yang berkeliaran di Kota Bima.

Di tempat berbeda, Kepala Sat Pol PP yang berusaha di temui di kantornya tidak berada di tempat. Tapi melalui Kasi Informasi Bidang Ketertiban Ummum Syahrul mengaku sangat berterimakasih atas kritik dari pimpinan dewan dan akan segera menindaklanjutinya.

“Sebenarnya bukan kita yang tidak menertibkan. Tapi memang kesadaran pemilik ternak yang kurang,” katanya.

Padahal sambungnya, sudah seringkali ternak yang keliaran diamankan dan pemiliknya didenda. Tapi masih saja pemilik ternak melepas ternaknya.

“Tapi intinya kritik dan masukan dewan ini akan jadi bahan evaluasi dan motivasi kami untuk terus bekerja lebih baik,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *