Syarif : Media Harus Menjadi Penyaksi Independen

Kota Bima, Kahaba.- Akademisi STISIP Mbojo Bima Syarif Ahmad mengeritisi posisi media massa dalam proses Pilkada Kota Bima. Sebagian media dinilai tidak memainkan peran profesional dan independen sebagai pilar demokrasi.

Akademisi STISIP Mbojo Bima Doktor Syarif Ahmad. Foto: Ady

“Media harus menjadi penyaksi yang independen terhadap kontestasi demokrasi. Harus memotret proses demokrasi secara menyeluruh,” kata Syarif menyorot keberpihakan media dalam meramaikan pesta demokrasi di Kota Bima, kemarin.

Menurut Doktor Sosial Politik ini, kalau media sudah berpihak dalam pilkada, posisinya sebagai pilar demokrasi perlu digugat. Sebab, media menjadi harapan masyarakat sebagai jembatan penyampai informasi yang obyektif.

“Saya justru melihat media saat ini menjadi fansboy-fansboy baru dalam dunia politik dan demokrasi,” kritik Syarif.

Ia berharap, media bisa kembali ke fitrahnya sebagai penyaksi independen, tidak memihak kepada salah satu pasangan calon dan menunaikan tugas utamanya untuk mendistribusikan informasi mencerdaskan dan obyektif kepada masyarakat.

Syarif juga berharap, Pilkada Kota Bima dapat mengedepankan proses demokrasi berkualitas dan sehat sehingga menghasilkan pemimpin berkualitas pula. Para pendukung, tim dan paslon lebih mengutamakan isu-isu apa yang akan diperjuangkan ke depan jika menang.

“Tidak berpikir bagaimana menang saja, tetapi berpikir bagaimana memperjuangkan visi-misi yang sudah dikonsepkan,”ingat dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *