Anggaran Pordasi Belum Ditandatangani Walikota, Dewan Sorot Sikap Qurais

Kota Bima, Kahaba.- Pimpinan DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan menyorot sikap Walikota Bima HM Qurais H Abidin yang belum juga menandantangani dana hibah penyelenggaraan pacuan kuda di Kelurahan Sambinae. Padahal, Pordasi sudah menyiapkan agenda salah satu cabang olahraga untuk digelar tahun ini.

Pimpinan DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan. Foto: Bin

“Ada apa ko’ dana hibah itu belum ditandatangani oleh Walikota Bima. Alasan yang kami tahu karena menyangkut urusan politik dan Pilkada,” ujarnya, Senin (30/4).

Menurut Alfian, alasan itu terlalu subyektif dan mengada – ngada. Karena sesungguhnya juga, Pemkot Bima itu telah mengagendakan pacuan kuda rutin digelar tiap tahun. Jadi, tidak ada kaitannya dengan urusan politik dan Pilkada.

“Alasan itu tentu tidak masuk akal. Sedangkan masyarakat sudah berupaya dan Pordasi juga sudah berupaya menyambutnya dengan baik,” kata ketua Partai Golkar Kota Bima itu.

Mestinya sambung Alfian, pemerintah bisa melihat. Penundaan pemberian dana hibah untuk pacuan kuda ini justru menimbulkan asumsi yang beragam. Semua orang juga memahami, pacuan kuda merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari masyarakat. Karena menyangkut soal budaya dan tradisi serta bisa menumbuhkan ekonomi baru untuk warga sekitar.

Oleh karena itu, Pordasi juga tidak akan bisa bergerak untuk menggelar event yang dinanti oleh masyarakat. Karena sikap kepala daerah yang tidak ingin  menandatangani dana hibah itu, membuat agenda pacuan kuda tidak bisa dilaksanakan.

Alfian juga menyorot, sikap yang sama juga dilakukan oleh pemerintah untuk sejumlah program aspirasi masyarakat lewat dewan. Hingga saat ini belum dijalankan.

“Bukan saja pacuan kuda, program aspirasi masyarakat melalui dewan juga ini dipending. Ada apa?,” sorotnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *