Desak Proyek Air Dibenahi, Warga Tolowata Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan warga Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi bersama mahasiswa, Kamis (3/5) pagi memblokir jalan utama Lintas Ambalawi-Wera. Aksi warga itu sebagai menyoroti proyek pengadaan air bersih yang hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh warga Dusun Tengge I dan Dusun Tengge II Desa Tolowata. (Baca. Proyek Air Bersih di Ambalawi, 2 Tahun Belum Dirasakan Manfaatnya)

Warga Desa Tolowata saat blokir jalan. Foto: Istimewa

Blokir jalan dilakukan warga dengan berdiri membuat barikade menutupi semua ruas jalan. Sehingga praktis semua kendaraan tidak bisa melintas. Warga membentangkan spanduk berisi tulisan ‘Kami butuh air, hentikan diskriminasi terhadap kami’. Tulisan ini diarahkan kepada pihak pelaksana proyek dan dinas terkait untuk mendesak agar proyek air dibenahi.

Koordinator Aksi Syarif Rahman mengatakan, proyek air bersih di Tolowata dan dua desa lain sebenarnya telah dikerjakan sejak dua tahun lalu. Namun, proyek bernilai miliaran rupiah itu terkesan asal-asalan dan hasilnya amburadul.

Imbasnya kata dia, warga Tolowata belum menikmati air bersih sampai sekarang. Masalah ini disebabkan karena pipa sambungan air yang dipasang tidak jelas, banyak terputus. Ada juga yang tidak dipasang. Begitu pula meteran air hanya sebagian dipasang

“Ironisnya ini hanya terjadi di Desa Tolowata, desa lain penerima manfaat sudah menikmati air bersih. Karena itu, kami mendesak pelaksana proyek segera memperbaiki pemasangan jaringan perpipaan,” desaknya.

Warga juga menuntut pelaksana proyek segera menyambungkan jaringan perpipaan sampai pada meteran yang dipasang dan memfungsikan meteran air. Serta mendesak DPRD dan Bupati Bima segera mengevaluasi pelaksaan proyek yang dinilai gagal memberikan kontribusi bagi masyarakat tersebut.

Usai menyuarakan aspirasi, Camat Ambalawi hadir menemui massa disusul perwakilan pelaksana proyek. Kepolisian juga berupaya bernegosiasi dengan warga agar membuka blokir jalan. Meski menuntut kehadiran dinas terkait, warga akhirnya bersedia mendengarkan penjelasan Camat dan perwakilan pelaksana proyek.

Camat Ambalawi Ishaka Hasan kepada warga mengaku, ia sudah pernah berkonsultasi dengan dinas terkait menyampaikan persoalan proyek itu. Dinas Perkim pun merespon dengan turun ke lokasi untuk survey kebocoran pipa induk di jalan. Bahkan sudah dites dimana titik-titik kebocoran pipa tersebut.

“Ketika lomba desa, kami masuk ke luar kampung kami menemukan juga pemasang pipa yang tidak seharusnya dilakukan dinas terkait atau rekanan. Kami sudah laporkan dan alhamdulillah kemarin mereka turun ke Desa Nipa,” jelasnya.

Ia mengaku, Dinas Perkim Kabupaten Bima sudah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan air bersih yang belum tuntas dikerjakan. Ia juga akan berkoordinasi meminta agar pelaksana proyek datang memperbaiki pekerjaannya.

Setelah Camat menyampaikan tanggapan, massa aksi meminta kepada Camat, Sekcam, Pol PP dan pihak keamanan turun bersama meninjau kondisi pipa yang dipasang di Dusun Tengge I.

Kemudian tak berapa lama perwakilan pelaksana proyek Ahmadin datang memberikan penjelasan. Ia berjanji akan mengecek kembali pipa yang disambung dan memperbaiki semua yang copot.

Sedangkan untuk meteran air yang tidak disambungkan ke rumah warga memang diakuinya dalam gambar dan RAB tidak ditanggung pelaksana proyek semuanya. Hanya ditanggung satu batang saja dengan panjang satu meter. “Jika lebih dari 1 meter akan ditanggung oleh masyarakat bersangkutan,” jelasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *