Warga Sesalkan Konvoi Kendaraan Perayaan Kelulusan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Uforia berlebihan dilakukan siswa yang merayakan kelulusan tingkat SMA/SMK disesalkan masyarakat. Pasalnya perayaan kelulusan tidak mencermikan nilai-nilai pendidikan dan menimbulkan berbagai masalah.

Konvoi ugal – ugalan pelajar di jalan. Foto: Ady

Baju, muka dan rambut yang dicoret mungkin sudah lazim dilakukan, namun konvoi kendaraan dengan gaya ugal-ugalan. Memakai knalpot racing serta menimbulkan kebisingan dengan mengunakan sepertiga jalan, juga sangat disesalkan masyarakat dan para penguna jalan.

Arif, seorang satu warga di Kecamatan Wawo mengatakan ini perayaan kelulusan atau lomba balap motor. Semestinya ini tidak boleh dilakukan, karena sangat menganggu dan membahayakan orang lain.

“Semestinya merayakan kelulusan dengan cara yang positif seperti mengadakan acara syukuran. Pihak sekolah harus menginisiasi hal ini kedepan,” sarannya.

Menurut Arif, konvoi kendaraan dengan gaya ugal-ugalan dan mengunakan knalpot racing membahayakan keselamatan penguna jalan dan kenyamanan masyarakat.

Demikian juga disampaikan Sudirman, warga Wawo itu mengatakan seharusnya mereka malu dengan cara perayaan seperti ini. Mungkin menurut siswa bangga, tapi bagi masyarakat ini kebiasaan buruk dan tak boleh terulang lagi di tahun-tahun yang akan datang.

“Pengumuman kelulusan kalau bisa tidak harus serentak, guna minimalisir perayaan mengunakan konvoi kendaraan seperti ini,” katanya.

Pantauan media ini pengumuman kelulusan di SMA di Kecamatan Wawo diumumkan lewat Kantor Desa. Meski cara ini digunakan, perayaan kelulusan dengan konvoi kendaraan bermotor tetap saja terjadi.

Siswa yang melaksanakan konvoi tidak saja berasal dari SMA yang ada di Kecamatan Wawo, tetapi banyak juga siswa yang berada di luar seperti di Kota Bima.

*Kahaba-08

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *