Debat Kedua Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bima Digelar

Kota Bima, Kahaba.- KPU Kota Bima menggelar Debat Publik Kedua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bima tahun 2018 di gedung Convention Hall Paruga Nae, Selasa (8/5). Acara tersebut dihadiri 3 pasangan calon masing-masing H A Rahman H Abidin – Hj Fera Amalia, HM Lutfi – Feri Sofiyan dan Subhan HM Nur – Wahyuddin serta dihadiri ratusan massa pendukung pasangan calon.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari saat menyampaikan sambutan pada debat kedua Paslon Walikota Bima. Foto: Bin

Debat kedua ini mengangkat tema “Memajukan Daerah, dan Penyelarasan Pembangunan Kota Bima dengan Kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dan Nasional”. Kemudian pada sub tema membahas penegakan hukum reformasi birokrasi, kebijakan publik, politik, sosial budaya.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari dalam sambutannya menyampaikan, proses pelaksanaan tahapan Pilkada Kota Bima tahun 2018 telah berjalan dengan baik. Hingga pada pelaksanaan debat yang kedua ini, semua bisa dilalui dengan aman dan damai.

“Ini semua berkat dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang telah menjaga keamanan dan kenyamanan proses penyelenggaraan Pilkada. Terbukti, pada pelaksanaan debat yang kedua bisa berjalan tanpa hambatan yang berarti,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bukhari juga sangat berharap masyakarat Kota Bima bisa melalui proses pesta demokrasi ini dengan senyuman dan saling menghargai. Jika tidak, maka prilaku yang tidak baik dan bertentangan dengan aturan akan menjadi embrio terjadinya pelaksanaan Pilkada yang tidak baik.

Proses debat pun berjalan dengan penuh semarak. Masing – masing pendukung dan simpatisan yang hadir terus memberikan semangat dan dukungan untuk pasangan yang didukung. Yel yel pun disampaikan untuk saling menyemangati.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *