Pengangguran Terbuka 8,9 Persen, Feri: Ini Berbahaya Bagi Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Angka pengangguran terbuka di Kota Bima saat ini mencapai angka 8,9 persen. Menurut Calon Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, persentasi angka ini sangat tinggi dan berbahaya untuk daerah kalau tidak segera dicarikan solusi. Hal ini diuraikannya saat Debat Terbuka tahap II di Convention Hall Kota Bima, Selasa (8/5).

Pasangan Lutfi – Feri saat debat. Foto: Bin

Terkait persoalan krusial tersebut, pasangan yang didukung 9 partai politik ini telah menyiapkan langkah strategis sebagai solusi mengatasinya. Diantaranya, akan mengembangkan sekolah faksional berbasis industri sehingga bisa mengatasi masalah pengangguran.

“Karena kita sama tahu bahwa pengangguran terbuka untuk Kota Bima sampai hari ini 8,9 persen. Ini sungguh sangat tinggi dan berbahaya buat daerah kita kedepan kalau kita tidak mencarikan solusi bagaimana kita mencipitakan lapangan kerja untuk generasi muda kita yang 8,9 persen itu,” terangnya.

Pada bidang politik, Mantan Ketua DPRD Kota Bima ini menyebut bahwa sebagai pejabat politik harus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kepentingan politik baginya adalah pencapaian kepuasaan masyarakat atas kebijakan politik yang diambilnya sebagai pemimpin.

Terpenting lagi pejabat politik kata dia, harus memberikan edukasi politik dan budaya berdemokrasi yang santun kepada masyarakat. “Jadi jangan pernah kita sebagai pemimpin untuk melakukan politik-politik kotor, mencerca, menfitnah lawan politiknya, itu tidak boleh dan itu tidak baik bagi demokrasi kita ke depan,” ujarnya.

Perbaikan mutu pendidikan, pemerataan fasilitas dan kemudahan akses pendidikan terutama daerah pinggiran juga tak luput dari prioritas pasangan nomor urut 2 ini. Apalagi diketahui saat ini terjadi ketimpangan antara wilayah Kota Bima bagian barat dan daerah timur dalam aspek sarana dan prasarana.

“Ini yang perlu kita perjuangkan untuk disama ratakan antara wilayah barat dan wilayah timur,” janjinya.

*Kahaba-03

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *