Kampanye Lingkungan, Andika Bersepeda Mulai Jakarta Sampai Labuan Bajo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemuda ini bernama Andika, warga Bukit Tinggi Sumatera Barat. Dia bersepeda sejak tanggal 19 Januari 2018 mulai dari Jakarta hingga pada tanggal 14 Mei 2018 besok ditargetkan akan sampai Pulau Komodo.

Andika dengan sepeda yang membawanya dari Jakarta ke Labuan Bajo. Foto: Yadien

Andika bukan pesepeda biasa. Selama perjalanannya yang berbulan-bulan, dia sempatkan untuk mampir dibeberapa tempat untuk mengkampanyekan lingkungan dan alam. Masalah sampah dan kebersihan menjadi sorotan utamanya.

Saat ditemui media ini di jalan lintas Sumbawa, Andika mengaku selama perjalananya ia telah mendaki 17 gunung, baik yang merapi dan yang tidak, seperti Gunung Rinjani. Pendakian biasa dilakukannya bersama sejumlah pecinta alam di daerah-daerah yang dia singgahi.

Selama di gunung ia bersama pecinta alam lain akan melakukan kegiatan pembersihan gunung dari sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki sebelum mereka.

“Sampah-sampah itu kami kumpulkan dan kami bawa pulang,” tuturnya.

Ditanya soal bagaimana keadaan lingkungan di Bima selama bersepeda di wilayah Bima? kata dia Bima sangat panas. Gunung-gunung sudah banyak yang gundul dan gersang. Dirinya mengaku selama perjalanan melintasi jalan di Kabupaten Bima, merasa miris melihat keadaan masyarakat yang gemar sekali membuang sampah di pinggir jalan dan di pinggir pantai.

Andika dengan sepeda yang membawanya dari Jakarta ke Labuan Bajo. Foto: Istimewa

“Pinggir jalan dan pinggir pantai itu seperti TPU ya mas,” katanya heran.

Andika berharap masyarakat terutama pemuda punya gerakan menghijaukan lingkungan. Menghijaukan kembali gunung dan lingkungan. Ia juga berharap jika di Bima dirinya bisa bertemu kelompok pemuda yang peduli terhadap lingkungan.

“Saya ingin sekali sharing soal lingkungan selama saya di perjalanan,” harapnya.

Sebelum melanjutkan perjalanannya, Andika mengaku sebelumnya juga pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan sepedanya pada tahun 2016.

“Sebelumnya pernah melakukan perjalanan yang sama dengan rute dari Bukit Tinggi sampai Batam,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *