HM Lutfi Serap Aspirasi Warga Kelurahan Jatiwangi

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI Dapil NTB H Muhammad Lutfi kembali turun ke tengah-tengah masyarakat Kota Bima untuk menyerap aspirasi secara langsung. Kegiatan bertajuk rapat dengar pendapat (RDP) dilaksanakan di Kelurahan Jatiwangi Kota Bima, Kamis (8/2). Dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

HM Lutfi saat RDP di Kelurahan Jatiwangi. Foto: Istimewa

Dalam pemaparannya, HM Lutfi menyampaikan kehadirannya di tengah masyarakat selain merupakan tanggungjawab moralnya kepada masyarakat yang mengutusnya sebagai wakil rakyat, juga kewajiban konstitusional Anggota DPR RI.

“Saya berada di antara bapak dan ibu sekalian, tentu bukan kali ini saja. Setiap tahun kami di DPR RI wajib menjalankan amanah konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat, terutama para konstituen,” jelasnya.

Mengapa Anggota DPR RI perlu turun ke masyarakat kata dia, karena bisa mendengar langsung keluh kesah, masukan, kritik dan segala aspirasi yang dibutuhkan masyarakat untuk kemajuan daerah tercinta.

Legislatif sebagai perpanjangan tangan rakyat lanjut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini, selanjutnya berkewajiban meneruskan aspirasi yang diterima saat turun ke tingkat fraksi dan paripurna. Aspirasi itu akan menjadi catatan penting sebagai dasar untuk diperjuangkan.

“InsyaAllah segala aspirasi masyarakat akan saya sampaikan ke fraksi sebagai laporan hasil perjalanan saya menyambangi masyarakat Bima dan NTB umumnya,” janji Anggota Dewan dua periode ini.

Diakhir kegiatan, Lutfi berbagi rejeki dari hasil gajinya selama ini agar dinikmati masyarakat yang telah mengantarkannya sebagai Anggota DPR RI. Meski tidak seberapa, Lutfi berharap apa yang diberikannya menjadi penanda silaturrahmi dan hubungan emosionalnya dengan masyarakat.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *