Kekumuhan Sebagian Wilayah Penanae Teratasi Berkat Program Kotaku

Kota Bima, Kahaba.- Manfaat adanya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dirasakan oleh masyarakat. Sejak masuk di Kota Bima setahun lalu, kelurahan penerima manfaat mampu merubah wajah kekumuhan menjadi bersih dan asri.

Warga Kelurahan Penanae saat mengerjakan rabat gang program Kotaku. Foto: Bin

Seperti di Kelurahan Penanae Kecamatan Raba, sejak tahun 2017 dapat kucuran dana program dimaksud. Sudah banyak wilayah yang kumuh disulap menjadi bersih. Tahun berikutnya pun demikian, banyak pekerjaan dari program Kotaku yang dilaksanakan.

“Program Kotaku di Penanae sudah 2 tahun berturut-turut. Tahun 2017 Rp 1 Miliar dan tahun 2018 juga angkanya sama.  Pekerjaan tahun lalu dirasakan betul manfaatnya oleh warga,” ujar Ketua BKM Kawara Angi Kelurahan Penanae Iskandar, kemarin.

Diakuinya, tahun 2018 ini ada beberapa item yang dikerjakan. Seperti septic tank komunal, cor beton gang lingkungan, drainase dan air bersih. Beberapa item ini dimulai sejak awal September lalu.

“Kini fisiknya sudah berjalan sekitar 40 persen,” sebutnya.

Iskandar menjelaskan, beberapa item pekerjaan itu dikerjakan langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk oleh BKM. Sementara BKM hanya sebagai koordinator. Dari beberapa item pekerjaan itu, didahulukan pekerjaan drainase dan cor gang beton. Ini dilakukan mengingat musim hujan yang tak lama lagi.

Disebutkannya, ada beberapa RT pekerjaan jenis drainase. Seperti di RT 04 sepanjang 27 meter dan 21,5 meter sudah 100 persen dilaksanakan. Begitu pun cor beton gang, dibeberapa RT sudah selesai.

Ia mengaku, hadirnya program Kotaku di Kelurahan Penanae, mampu merubah sebagian wilayah yang ada di Kelurahan setempat. Jika dulu lingkungan sangat kumuh, kini sudah bersih dan indah.

“Gang-gang dulunya becek kalau musim hujan. Setelah di cor beton, kini sudah bersih dan indah,” tuturnya.

Iskadar berharap program semacam ini dapat berkelanjutan karena dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *